
Jakarta, Senin 20 April 2026-VNNMedia- Kurang dari 24 jam usai mengumumkan pembukaan Selat Hormuz pada hari Jumat, Teheran kembali mengumumkan penutupan Selat Hormuz pada hari Sabtu (11/4), setelah AS tetap berpendirian untuk terus melakukan blokade pada pelabuhan-pelabuhan di Iran
Penutupan kembali jalur krusial untuk perekonomian dunia itu, turut berimbas pada ketidakpastian nasib dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS), setelah sempat dipersiapkan untuk melintasi Selat Hormuz usai Iran menyatakan dibukanya kembali jalur tersebut
baca juga: Selat Hormuz Dibuka, Pertamina Bagikan Kabar Terbaru Tankernya yang Tertahan sejak Maret
Melansir Kompas.com, PT PIS, dalam pernyataan terbarunya hari Minggu (19/4), mengatakan bahwa kapal mereka yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih tertahan di Teluk Arab, belum bisa melintasi Selat Hormuz
“Kedua kapal PIS saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. PIS terus memonitor secara seksama perkembangan situasi yang sangat dinamis di Selat Hormuz,” ujar Pjs Corporate Secretary PT PIS, Vega Pita
Vega lebih lanjut mengatakan negosiasi masih berlangsung dan perusahaan terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait termasuk Kementerian Luar Negeri RI dan otoritas berwenang
“Kami berharap kondisi di jalur tersebut segera membaik dan kondusif agar kapal Pertamina Pride serta Gamsunoro dapat segera melanjutkan pelayaran dengan aman,” pungkasnya
Untuk diketahui, VLCC Pertamina Pride mengangkut minyak mentah jenis light crude oil untuk kebutuhan energi dalam negeri, sementara kapal Gamsunoro membawa kargo milik konsumen pihak ketiga
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News