
Paris, Senin 20 April 2026-VNNMedia- Kejaksaan Paris telah memanggil Elon Musk dan mantan CEO X, Linda Yaccarino, yang dijadwalkan menjalani wawancara sukarela pada hari ini waktu setempat
Pemanggilan ini merupakan bagian dari penyelidikan besar terhadap platform X atas dugaan pembiaran konten ilegal, termasuk penyebaran materi pelecehan seksual anak, konten pornografi deepfake, hingga penyangkalan Holocaust melalui asisten AI mereka, Grok
Penyelidikan yang dimulai sejak Januari 2025 ini juga mencakup dugaan manipulasi nilai perusahaan. Jaksa Prancis mencurigai bahwa kontroversi deepfake seksual yang dihasilkan Grok sengaja direkayasa untuk meningkatkan nilai tawar perusahaan menjelang rencana pencatatan saham di bursa efek pada Juni 2026. Terkait hal ini, pihak berwenang Prancis telah berkoordinasi dengan Departemen Kehakiman AS dan SEC
Namun, upaya kerja sama lintas negara ini menemui hambatan. Departemen Kehakiman AS dikabarkan menolak membantu penyelidik Prancis dengan alasan bahwa langkah tersebut dianggap sebagai campur tangan politik terhadap bisnis Amerika. Elon Musk sendiri merespons laporan penolakan AS tersebut melalui unggahan di X dengan menyatakan bahwa tindakan hukum di Prancis tersebut harus dihentikan
Pihak kejaksaan menegaskan bahwa pemanggilan ini bertujuan untuk meminta penjelasan dari para eksekutif mengenai langkah kepatuhan platform terhadap hukum yang berlaku di wilayah Prancis. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi apakah Musk maupun Yaccarino akan memenuhi undangan tersebut untuk hadir di Paris
Sementara itu, organisasi Reporters Without Borders (RSF) juga menambah tekanan dengan mengajukan pengaduan baru terkait kebijakan X yang dinilai sengaja membiarkan disinformasi berkembang pesat, seperti dilansir dari abc news
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News