Jelang Puncak Haji 2026, Jemaah Indonesia Diminta Hemat Tenaga dan Jaga Kesehatan

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI Maria Assegaff

JAKARTA, 12 MEI 2026 – VNNMedia – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia mulai mengurangi aktivitas fisik berlebihan dan fokus menjaga kondisi tubuh menjelang fase puncak ibadah haji 1447 H/2026 M.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI Maria Assegaff mengatakan kesiapan fisik, mental, dan spiritual menjadi faktor penting dalam menghadapi rangkaian ibadah puncak haji di Tanah Suci.

“Jemaah perlu mengutamakan kesehatan. Hemat tenaga, cukup istirahat, makan tepat waktu, minum air putih yang cukup, dan selalu ikuti arahan petugas,” ujar Maria di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Ia mengingatkan jemaah agar tidak memaksakan diri beraktivitas di luar hotel, terutama pada siang hari, mengingat suhu di Makkah dan Madinah saat ini berkisar antara 38 hingga 42 derajat Celsius.

Hingga hari ke-21 operasional haji, pemerintah telah memberangkatkan 341 kelompok terbang (kloter) dengan total 132.057 jemaah dan 1.361 petugas ke Arab Saudi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 240 kloter dengan 92.767 jemaah dan 960 petugas telah tiba di Makkah dari Madinah. Sementara jemaah gelombang kedua yang masuk melalui Jeddah tercatat mencapai 67 kloter dengan 25.541 jemaah dan 269 petugas. Selain itu, sebanyak 5.766 jemaah haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi.

Kementerian Haji turut mengingatkan jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok risiko tinggi untuk segera melapor kepada petugas apabila mengalami gangguan kesehatan seperti sesak napas, pusing, nyeri dada, demam, atau kondisi tubuh menurun.

“Jangan menunggu kondisi memburuk. Kesehatan adalah bekal utama menuju puncak haji,” tegas Maria.

Kemenhaj juga meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) memperkuat pendampingan kepada jemaah, tidak hanya terkait manasik tetapi juga edukasi kesehatan, keselamatan, dan kedisiplinan selama di Tanah Suci.

Sebagai langkah mitigasi menjelang puncak haji, pemerintah telah menerbitkan pengaturan pergerakan jemaah mulai dari aktivitas hotel menuju Masjidil Haram, perjalanan Madinah ke Makkah, hingga persiapan menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Khusus jemaah gelombang kedua yang tiba melalui Jeddah, pemerintah mengimbau agar mengenakan kain ihram sejak dari embarkasi karena miqat dilakukan dalam perjalanan menuju Arab Saudi sebelum melaksanakan umrah wajib di Makkah.

Sementara itu, layanan kesehatan haji mencatat hingga kini sebanyak 67 jemaah masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.

Kemenhaj juga melaporkan satu jemaah asal Kota Medan, Sumatera Utara, atas nama Kasiani Sigito Tarmidi dari kloter KNO 8 wafat pada Ahad (10/5/2026). Dengan tambahan tersebut, total jemaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi mencapai 24 orang.

“Atas nama Kemenhaj, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” kata Maria.

Ia juga mengapresiasi seluruh petugas haji Indonesia yang terus bekerja memberikan pelayanan bagi jemaah selama operasional haji berlangsung.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News