
Paris, Selasa 05 Mei 2026-VNNMedia- Putra dari mantan pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi, Kim Aris, meminta bantuan pemerintah Prancis untuk mendapatkan bukti yang diverifikasi secara independen mengenai keberadaan dan kondisi ibunya
Melansir Channel News Asia, langkah ini diambil setelah muncul laporan bahwa peraih Nobel Perdamaian tersebut telah dipindahkan ke tahanan rumah
Meskipun pemimpin junta militer Myanmar, Min Aung Hlaing, pekan lalu memerintahkan pemindahan Suu Kyi yang kini berusia 80 tahun, Kim Aris mengaku sama sekali belum menerima kabar dari ibunya. Suu Kyi sendiri telah ditahan sejak kudeta militer lima tahun lalu dan tetap menjadi figur yang sangat populer di Myanmar
Dalam surat resmi yang ditujukan kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kim Aris memohon kepada Prancis untuk bergabung dengan seruannya agar bisa memperoleh bukti yang diverifikasi secara independen bahwa ibunya masih hidup. Ia juga meminta agar hak-hak dasar ibunya dijamin, mulai dari perawatan medis yang layak, hingga akses kepada pengacara dan keluarganya
Pengacara Suu Kyi, Francois Zimeray, mengonfirmasi bahwa Aris telah menyerahkan surat tersebut langsung kepada Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, dalam sebuah pertemuan pada Selasa. Zimeray mengungkapkan kekhawatiran mendalam karena pihak keluarga dan tim hukum sama sekali buta mengenai kondisi Suu Kyi saat ini
Mereka tidak memiliki bukti bahwa Suu Kyi masih hidup, tidak ada foto selama bertahun-tahun, bahkan tidak ada indikasi bahwa dia benar-benar telah dipindahkan
Pada Kamis lalu, kantor Min Aung Hlaing sebenarnya merilis sebuah foto tanpa tanggal yang memperlihatkan Suu Kyi duduk di antara dua pria berseragam. Namun, tim hukum meragukan keaslian foto tersebut karena mereka tidak tahu apakah foto itu nyata ataukah hasil rekayasa kecerdasan buatan atau AI.
Catalina de la Sota, pengacara lain yang juga mewakili Suu Kyi, turut mempertanyakan alasan di balik kerahasiaan ketat yang diterapkan oleh junta militer Myanmar
Ia menyatakan bahwa mereka tidak dapat membayangkan jika Suu Kyi sudah tidak hidup lagi, namun mereka mempertanyakan mengapa keberadaannya dirahasiakan sepenuhnya hingga melanggar semua konvensi internasional. Hal ini membuat tim hukum sangat khawatir tentang kesehatan Suu Kyi
Jenderal Min Aung Hlaing menggulingkan pemerintahan sah pilihan rakyat yang dipimpin Aung San Suu Kyi pada tahun 2021. Suu Kyi ditahan atas serangkaian tuduhan yang menurut berbagai kelompok hak asasi manusia internasional sengaja direkayasa demi menyingkirkannya dari panggung politik
Kudeta tersebut memicu perang saudara berkepanjangan di Myanmar yang hingga saat ini telah menewaskan ribuan nyawa dan memaksa jutaan warga di negara berpenduduk 50 juta jiwa tersebut mengungsi
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News