
SURABAYA, 4 MEI 2026 – VNNMedia – Ribuan umat Hindu memadati Wantilan Dewaruci Pura Segara Kenjeran dalam perayaan Dharma Shanti Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948, Minggu (3/5/2026). Sekitar 5.000 umat dari berbagai daerah di Jawa Timur hadir dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang turut hadir menekankan pentingnya memperkuat nilai perdamaian dan persatuan, sejalan dengan tema “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni, Indonesia Maju”.
“Tema ini sangat kuat. Kita semua adalah satu keluarga di bumi yang sama, namun kondisi global saat ini masih diwarnai konflik. Karena itu, kita perlu terus menyemai kasih dan kedamaian,” ujar Khofifah.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menciptakan harmoni, baik di tingkat lokal maupun global. Menurutnya, setiap individu memiliki tanggung jawab moral untuk mendorong terciptanya dunia yang lebih damai.
“Kalau kita satu bumi satu keluarga, maka semua punya peran untuk menghentikan konflik dan membangun suasana damai,” tegasnya.
Khofifah berharap momentum Dharma Shanti Nyepi ini dapat memperkuat nilai kebersamaan sekaligus menjadi fondasi dalam menjaga ketenteraman dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jawa Timur, I Gusti Putu Raka Arthama, menyebut perayaan ini bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga ajang mempererat persaudaraan lintas umat.
Ia menyoroti momen istimewa tahun ini, di mana Nyepi berdekatan dengan Idul Fitri dan Paskah. “Ini menjadi vibrasi positif bagi Jawa Timur, Indonesia, hingga dunia,” ujarnya.
Rangkaian acara diisi dengan Dharma Wacana, doa Puja Tri Sandhya, pembacaan sloka Weda, serta pertunjukan seni budaya seperti Sendratari Asmara Jenggala dan Tari Sekar Jagat.
Perayaan ini sekaligus menegaskan peran penting kerukunan antarumat beragama dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News