
Istambul, Kamis 23 April 2026-VNNMedia- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dilaporkan tidak diundang oleh Uni Eropa (UE) untuk menghadiri KTT yang diselenggarakan oleh kelompok tersebut di Siprus pada hari ini dan besok
Mengutip Antara, Euractiv melaporkan jika kedekatan Turki dengan Iran menjadi alasan dibalik tidak diundangnya Erdogan dalam konferensi tersebut. Media ini mengungkap jika Wakil Menteri Urusan Eropa Siprus Marilena Raouna mengonfirmasikan hal itu dengan mengatakan bahwa mereka tidak mengundang Presiden Turki karena alasan yang samar terkait ‘perkembangan geopolitik’
Sementara itu, pada pertengahan tahun lalu, Presiden Siprus Nikos Christodoulides mengumumkan akan mengundang Erdogan dalam pertemuan tersebut, yang ditegaskannya kembali pada bulan November saat wawancaranya dengan Financial Times. “Sama seperti kami akan mengundang semua pemimpin, kami juga akan mengundang Presiden Turki,” ujarnya pada Juni 2025, dikutip dari Tempo.com
Kedekatan Turki-Iran
Mengutip Tempo, Presiden Erdogan menyatakan bahwa Turki siap mendukung proses gencatan senjata di Iran saat berbicara dengan PM Pakistan Shahbaz Sharif melalui sambungan telepon, seperti dilaporkan kantor kepresidenan
Pakistan sendiri merupakan mediator kunci dalam konflik Amerika Serikat dan Iran pada April 2026, dengan memfasilitasi dialog untuk mencapai gencatan senjata. Negara tersebut menjadi tuan rumah perundingan di Islamabad karena memiliki hubungan baik dengan kedua negara dan kepentingan strategis untuk menghindari eskalasi perang regional
“Presiden Erdogan berterima kasih kepada Perdana Menteri Sharif atas perannya dalam proses gencatan senjata ini,” ujar kantor itu dalam sebuah pernyataan. “Presiden Erdogan menyatakan bahwa periode gencatan senjataselama dua pekan harus dimanfaatkan secara efektif. Dia juga menegaskan kembali bahwa Turki akan terus berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas yang langgeng.”
Dukungan NATO
Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Mark Rutte dalam kunjungannya ke Ankara menyatakan dukungannya kepada Turki. “NATO akan selalu melakukan apa yang diperlukan untuk membela Turki,” ujar Rutte sembari memuji kontribusi negara itu terhadap aliansi
Lawatan Rutte ke Turki membawa misi damai untuk meredakan ketegangan Ankara dengan Presiden Komisi UE Ursula von der Leyen. Diketahui dalam pernyataannya ke media Jerman Die Zeit, Leyen secara terang-terangan menyamakan Turki dengan Rusia dan China
Ucapan Leyen itu menjadi blunder bagi dirinya, dimana memicu perselisihan publik diantara para tokoh senior Eropa. Komisi Eropa sendiri menarik kembali ucapan Leyen dengan menyebut Turki sebagai ‘mitra penting’ dan kandidat untuk bergabung dengan kelompok itu
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News