
Sabah, Senin 20 April 2026-VNNMedia- Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di distrik Sandakan, Sabah, Malaysia pada Minggu pagi
Melansir abc news, otoritas setempat melaporkan sekitar 1.000 rumah kayu hancur total, menyebabkan lebih dari 9.000 orang terpaksa kehilangan tempat tinggal dan kini berada di pengungsian sementara. Api menyebar dengan sangat cepat karena struktur bangunan yang didominasi material kayu dan jarak antar rumah yang sangat berdekatan
Tim pemadam kebakaran menghadapi kendala besar dalam proses pemadaman akibat tiupan angin kencang, jalur akses yang sempit, serta kondisi air laut yang sedang surut, sehingga menyulitkan pengambilan pasokan air dari tepi pantai. Meski dampak kerusakan material sangat masif, sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut.
Meskipun penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan resmi, kepala desa setempat menduga api berasal dari aktivitas memasak salah satu warga yang tidak terkendali
Permukiman terapung atau “desa air” ini memang telah lama dikenal sebagai area yang sangat rentan terhadap risiko kebakaran karena minimnya infrastruktur dasar dan lokasinya yang terisolasi
Perdana Menteri Anwar Ibrahim memastikan bahwa pemerintah federal dan negara bagian tengah berkoordinasi erat untuk menyalurkan bantuan darurat bagi para keluarga yang terdampak
Tragedi ini kembali menyoroti tantangan berkelanjutan bagi pemerintah Sabah dalam meningkatkan standar keselamatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan kelompok marginal yang menetap di sepanjang garis pantai Pulau Kalimantan tersebut
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News