Rahasia Awet Muda Terungkap, Esther Clinic Hadirkan Teknologi Anti-Aging Multi-Layer

SURABAYA, 6 APRIL 2026 – VNNMedia – Menandai 32 tahun perjalanannya di industri estetika, Esther Aesthetic Clinic kembali mempertegas komitmennya dalam memberikan solusi kecantikan bagi perempuan Indonesia melalui peluncuran konsep inovatif Multi-Layer Anti-Aging.

Diperkenalkan secara resmi dalam ajang Beauty Fest di Pakuwon Mall, Minggu (5/4/2026), pendekatan ini dirancang sebagai jawaban atas kebutuhan perawatan kulit yang holistik dan berkelanjutan di tengah dinamika gaya hidup modern.

Filosofi kecantikan yang diusung klinik pionir asal Surabaya ini berakar pada metode HAMC, sebuah integrasi antara penggunaan bahan herbal, terapi estetika tingkat lanjut, tindakan medis, serta kosmetik yang bertujuan menjaga kesehatan kulit dari ujung rambut hingga kaki.

Pendiri Esther Aesthetic Clinic, dr. Esther Pertiwi, menekankan bahwa kesehatan kulit yang menyeluruh adalah fondasi utama dari kecantikan sejati yang tidak bisa didapatkan secara instan. “Kecantikan itu dimulai dari kulit yang sehat. Karena itu perawatannya tidak bisa hanya satu langkah, tapi harus menyeluruh dan berkesinambungan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa setiap individu memiliki kondisi kulit yang unik, sehingga penggunaan skincare harian yang tepat harus dipersonalisasi untuk melengkapi hasil tindakan medis yang dilakukan di klinik.

Konsep Multi-Layer Anti-Aging yang diperkenalkan tahun ini menjadi terobosan untuk menangani penuaan dari berbagai lapisan kulit secara simultan. dr. Silvia Lerick DaSilva menjelaskan bahwa teknologi ini bekerja dengan memadukan stimulasi otot melalui Emlift, pengencangan lapisan tengah dengan Ultraformer MPT, hingga perbaikan permukaan kulit menggunakan laser.

“Kami memadukan beberapa teknologi terkini mulai dari stimulasi otot, lapisan tengah kulit, hingga permukaan kulit. Tujuannya agar hasilnya lebih optimal dan menyeluruh. Dengan konsep ini, masalah jerawat, flek, hingga tanda penuaan bisa ditangani sekaligus,” ungkap dr. Silvia saat memaparkan keunggulan metode tersebut.

Meski penurunan produksi kolagen biasanya dimulai pada usia 25 tahun, perawatan intensif ini sangat direkomendasikan bagi individu memasuki usia 35 tahun untuk hasil yang lebih signifikan. Transformasi maksimal biasanya terlihat dalam satu hingga tiga bulan melalui jadwal perawatan yang disiplin.

Efektivitas ini dirasakan langsung oleh Jacqueline Runtuwene, pelanggan setia yang telah memercayakan perawatan kulitnya sejak tahun 2016.

“Saya selalu menyempatkan waktu untuk treatment di Esther karena hasilnya terasa dan sesuai dengan kebutuhan kulit saya,” kata Jacqueline, yang rutin melakukan perawatan setiap kali berkunjung ke Surabaya.

Melalui integrasi teknologi mutakhir seperti MMFU, Pico Laser untuk menyamarkan noda, hingga Fotona Dynamic Laser untuk area spesifik seperti mata dan bibir, Esther Aesthetic Clinic terus berinovasi tanpa mengesampingkan sisi keamanan.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News