Anggota Pasukan Perdamaian Indonesia Kembali Tewas dalam Tugas di Lebanon

Pasukan penjaga perdamaian TNI di Lebanon Selatan (dok. Republika)

New York City, Selasa 31 Maret 2026-VNNMedia- Kembali Indonesia harus kehilangan dua prajurit terbaiknya yang sedang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL/United Nations Interim Force in Lebanon)

Gugurnya dua personel asal Indonesia tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Operasi Perdamaian PBB Jean-Pierre Lacroix dalam pengarahan singkat di markas besar PBB, New York. “Asal usul ledakan tersebut hingga kini belum dapat dipastikan,” jelasnya pada Senin kemarin, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz

Dalam keterangannya, Lacroix mengungkap jika dua tentara Indonesia bersama pasukan lainnya terjebak dalam pertempuran Israel melawan Hizbullah, saat sedang melakukan konvoi logistik. Dua personel lainnya dilaporkan terluka

Insiden ini terjadi sehari setelah seorang tentara Indonesia di UNIFIL tewas, menjadi sasaran peluru Israel yang tengah bertempur sengit melawan Hizbullah di Lebanon Selatan, dimana tiga personel Indonesia lainnya dilaporkan terluka

baca juga: Pasukan Penjaga Perdamaian PBB Asal Indonesia Tewas dalam Tugas

Mengutip CNN Indonesia, desakan untuk menarik pasukan perdamaian TNI di Lebanon datang dari Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono, yang juga meminta pemerintah mengevaluasi penempatan militer di kawasan itu

“Bilamana kondisinya ini memang tidak bisa dinyatakan aman, ada baiknya untuk pemerintah melakukan penarikan atau pun juga evaluasi terhadap keberadaan prajurit kita di Lebanon,” kata Dave di kompleks parlemen pada hari Senin (30/3)

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News