
Jakarta, Kamis 19 Maret 2026-VNNMedia- Michael Bambang Hartono merupakan salah satu tokoh bisnis paling berpengaruh dalam sejarah ekonomi Indonesia yang dikenal karena ketekunannya membangun imperium bisnis dari nol hingga menjadi yang terbesar di tanah air
Lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada 2 Oktober 1939, ia merupakan putra sulung dari Oei Wie Gwan. Latar belakang keluarganya berakar dari usaha kecil pembuatan rokok kretek. Titik balik kehidupan Michael terjadi pada tahun 1963 ketika pabrik rokok ayahnya, Djarum Gramophon, luluh lantak akibat kebakaran hebat, yang disusul dengan wafatnya sang ayah tak lama kemudian
Di tengah situasi sulit tersebut, Michael bersama adiknya, Robert Budi Hartono, bahu-membahu membangkitkan kembali sisa-sisa usaha keluarga mereka
Melalui tangan dingin keduanya, Djarum bertransformasi dari industri rumahan menjadi salah satu produsen rokok terbesar di dunia. Keuntungan dari bisnis rokok ini kemudian diputar untuk melakukan diversifikasi besar-besaran yang melahirkan Djarum Grup sebagai konglomerat multisektor
Unit bisnis mereka merambah ke berbagai bidang, mulai dari elektronik melalui merek Polytron, perkebunan kelapa sawit, properti mewah seperti Grand Indonesia, hingga modal ventura dan bisnis digital melalui Global Digital Niaga
Langkah bisnis paling monumental dalam karier Michael Hartono terjadi pasca krisis moneter 1998. Pada tahun 2002, melalui konsorsium Farindo Investment, keluarga Hartono mengambil alih mayoritas saham PT Bank Central Asia (BCA) dari pemerintah
Di bawah kepemilikan mereka, BCA berkembang menjadi bank swasta terbesar di Indonesia dengan sistem teknologi informasi dan manajemen risiko yang dianggap terbaik di industri perbankan nasional. Kepemilikan di BCA inilah yang menjadi pilar utama kekayaan keluarga Hartono, yang secara konsisten menempatkan Michael dan adiknya sebagai orang terkaya di Indonesia selama lebih dari satu dekade
Meskipun menyandang status sebagai triliuner, Michael Hartono dikenal sebagai sosok yang sangat sederhana dan menjaga privasi. Ia jarang muncul di media massa untuk urusan kekayaan, namun justru lebih dikenal publik lewat hobinya di bidang olahraga kartu bridge
Dedikasinya pada olahraga tersebut bahkan membawa Michael mewakili tim nasional Indonesia dalam ajang Asian Games 2018, di mana ia berhasil menyumbangkan medali perunggu bagi negara di usia yang tidak lagi muda
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News