
Singapura, Senin 02 Maret 2026-VNNMedia- Industri penerbangan global mengalami guncangan hebat pada Senin (2/3) menyusul serangan skala besar Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sepanjang akhir pekan. Ketegangan militer ini memicu penutupan ruang udara di Timur Tengah, lonjakan harga minyak, dan jatuhnya saham maskapai penerbangan utama di wilayah Asia-Pasifik
Pasar merespons negatif eskalasi konflik ini dengan penurunan harga saham maskapai lebih dari 5% pada perdagangan hari ini. Beberapa maskapai yang terdampak signifikan antara lain Cathay Pacific, Singapore Airlines, Japan Airlines, dan Qantas Airways
Analis ekuitas Morningstar, Nicole Lim, menyebutkan bahwa sentimen negatif ini dipicu oleh kenaikan biaya bahan bakar, gelombang pembatalan penerbangan, dan biaya tambahan akibat pengalihan rute yang lebih jauh
Untuk hari ketiga berturut-turut, pusat transit internasional tersibuk di dunia, Dubai dan Doha, tetap ditutup. Penutupan ini menyebabkan puluhan ribu penumpang di seluruh dunia terlantar
Sebagai gambaran vitalitas jalur ini, Bandara Internasional Dubai merupakan bandara tersibuk di dunia pada 2024, sementara Doha berada di peringkat ke-10. Lumpuhnya kedua titik ini memutus konektivitas antara Asia, Eropa, dan Amerika
Sejumlah maskapai mulai mengambil langkah darurat untuk memitigasi risiko. Cathay Pacific membatalkan seluruh layanan ke Dubai dan Riyadh hingga pemberitahuan lebih lanjut. Singapore Airlines membatalkan penerbangan dari dan ke Dubai setidaknya hingga 7 Maret
Air India menghadapi situasi tersulit karena padatnya jadwal pekerja migran, bahkan penerbangan jarak jauh ke New York kini harus transit di Roma untuk mengisi bahan bakar
Data VariFlight menunjukkan bahwa maskapai China telah membatalkan 26,5% jadwal penerbangan ke Timur Tengah untuk periode awal Maret ini
Meskipun situasi terlihat suram, analis penerbangan independen Brendan Sobie menilai dampak langsung terhadap jumlah kursi bagi maskapai Asia Timur mungkin terbatas karena frekuensi ke titik konflik yang relatif kecil
Namun, ancaman sesungguhnya terletak pada ketidakstabilan ekonomi global dan harga minyak yang terus merangkak naik. Maskapai saat ini terpantau masih memantau perkembangan militer di Teheran sebelum melakukan pengaturan ulang jadwal secara luas
sumber: Reuters via The Straits Times
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News