Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, Pemerintah Luncurkan Rangkaian Stimulus Ekonomi

JAKARTA, 10 FEBRUARI 2026 – VNNMedia – Pemerintah resmi meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 guna menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menjelang Ramadan dan libur Idulfitri 2026.

Paket stimulus ini mencakup diskon transportasi lintas moda, kebijakan work from anywhere (WFA), serta bantuan pangan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Peluncuran stimulus dilakukan di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026), dan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri PANRB Rini Widyantini, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah menyiapkan stimulus khusus pada momentum hari besar keagamaan nasional untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan sektor ekonomi dan pariwisata.

“Pada tahun ini, pemerintah memberikan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi dengan total anggaran Rp911,16 miliar yang bersumber dari APBN dan non-APBN,” ujar Airlangga.

Menurutnya, kebijakan serupa pada periode Lebaran dan Natal–Tahun Baru terbukti efektif mendorong aktivitas ekonomi. Pada libur Idulfitri 2025, mobilitas masyarakat tercatat mencapai 154,62 juta orang, sementara libur Nataru mencapai 110,43 juta orang.

“Secara year-on-year, pertumbuhan ekonomi 2025 berada di level 5,11 persen, dengan kunjungan wisatawan mancanegara pada Desember mencapai 1,41 juta dan wisatawan nusantara 105,98 juta,” jelasnya.

Dalam Paket Stimulus Ekonomi I-2026, pemerintah memberikan diskon tarif transportasi lintas moda. Diskon kereta api sebesar 30 persen berlaku untuk perjalanan 14–29 Maret 2026 dengan target 1,2 juta penumpang. Diskon angkutan laut sebesar 30 persen diberikan untuk periode 11 Maret–5 April 2026 dengan target 445 ribu penumpang.

Sementara itu, diskon angkutan penyeberangan mencapai 100 persen untuk tarif jasa kepelabuhanan, berlaku pada 12–31 Maret 2026 dengan target 945 ribu unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang.

Adapun angkutan udara domestik kelas ekonomi mendapat diskon 17–18 persen untuk perjalanan 14–29 Maret 2026 dengan target 3,3 juta penumpang.

Selain insentif transportasi, pemerintah juga menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) atau flexible working arrangement (FWA) guna mengurai kepadatan arus mudik. Skema ini berlaku selama lima hari, yakni pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026, bagi ASN maupun pekerja swasta.

“Untuk ASN akan diterbitkan Surat Edaran dari Menteri PANRB, sedangkan pekerja swasta akan diatur melalui Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan,” kata Airlangga.

Tak hanya itu, pemerintah juga memperkuat daya beli masyarakat melalui bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan, yang disalurkan sekaligus untuk dua bulan. Program ini menargetkan 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dari desil 1–4, dengan estimasi anggaran Rp11,92 triliun.

Airlangga meminta pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan kelancaran distribusi bantuan pangan tersebut.

“Pemda dan K/L terkait agar mendukung kelancaran logistik dalam penyaluran bantuan pangan,” pungkasnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News