
Washington DC, Selasa 16 September 2025-VNNMedia- Ekplorasi luar angkasa seakan menjadi adu teknologi oleh beberapa negara di dunia, tak terkecuali dua negara besar seperti Amerika Serikat (AS) dan China
Badan antariksa AS, NASA, dalam sebuah artikel yang diterbitkan Fox News mengatakan bahwa China dianggap sebagai saingan berat AS dalam hal luar angkasa sejak berakhirnya perang dingin. “Taruhannya sangat tinggi. Untuk pertama kalinya sejak perang dingin, AS menghadapi saingan tangguh di luar angkasa. China sedang memajukan rencana pembangunan pangkalan di Bulan,” tulis Sean Duffy, Pejabat Administrator NASA pada Senin (15/9)
Lebih lanjut, Duffy menegaskan agar AS tidak boleh ragu dan membiarkan China lebih unggul dalam bidang kemiliteran antariksa, yang akan menimbulkan implikasi luas bagi keamanan dan kepemimpinan global. “Amerika tidak boleh membiarkan hal itu terjadi,” tegasnya
Agar tidak kalah bersaing dengan teknologi antariksa China, Duffy menegaskan pentingnya merubah arah NASA, dengan lebih berfokus pada eksplorasi serta meninjau ulang misi-misi dengan anggaran yang fantastis
Selain itu, menurut orang kepercayaan Trump tersebut, NASA harus lebih berfokus pada sektor luar angkasa komersial yang saat ini sedang berkembang. “NASA harus lebih ramping, lebih cerdas, dan lebih berfokus pada misi. Birokrasi membengkak, inefisiensi dalam pengadaan kontrak, dan budaya kehati-hatian yang berlebihan telah secara konsisten menghambat misi-misi NASA.”
“Jika kita ingin mengalahkan China menuju Bulan, kita harus bergerak melampaui birokrasi yang hanya mencentang kotak kosong. Amerika tidak lagi punya kemewahan untuk membuang-buang waktu. Jika teknologinya sudah siap, maka luncurkan saja,” pungkasnya
sumber: Antara
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News