
Jakarta, Senin 08 September 2025-VNNMedia- Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Akbar H Buchari, secara blak-blakan mengaku jika banyak anggotanya, yang merupakan pelaku usaha properti alias pengembang, mendapat nilai SLiK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) OJK yang jelek
Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri Sosialisasi KUR Perumahan, yang juga dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara), yang digelar pada hari Minggu (7/9) di Jakarta
Menurutnya, pengembang saat ini dihadapkan dengan berbagai kendala termasuk melemahnya daya beli masyarakat. Hal ini berdampak pada penurunan permintaan akan properti, yang mengakibatkan pengembang mengalami kredit macet
“Sektor properti ini kurang mendapatkan demand yang bagus, akhirnya terjadi SLiK OJK yang teman-teman yang di bidang properti ini mengalami kolektabilitas. Ini saya juga ngomong kepada perbankan,” ujar Akbar dalam sambutannya
Lebih lanjut, Akbar berharap Menteri Ara bisa mengonsolidasikan hal tersebut kepada Kementerian Koordiantor (Kemenko) Perekonomian dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu)
Selain itu, Akbar berharap agar pemerintah dapat memberikan amnesti kepada pengambang yang mengalami kredit macet imbas kondisi ekonomi makro yang kurang kondusif, sembari menegaskan bahwa kredit macet pengembang berbeda dengan kredit macet masyarakat, seperti beli mobil atau rumah
Ia menekankan agar pemerintah dapat memberikan perlakuan yang berbeda terhadap kredit macet yang dialami oleh pelaku usaha properti
“Tapi, kalau pengembang yang mungkin macet karena keadaan ekonomi makro, mungkin saya berharap Pak Menteri (Ara) bisa menyampaikan kepada Bapak Presiden (Prabowo Subianto) agar diberikan amnesti ataaupun kemudahan supaya mereka bisa mendapatkan lagi kredit-kredit yang sekarang dilakukan oleh program pemerintah,” pungkasnya
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News