Sekolah Rakyat di Kediri Jadi Simbol Harapan Baru untuk Generasi Muda Kurang Mampu

KEDIRI, 17 Juli 2025 – VNNmedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Sekolah Rakyat (SR) merupakan bentuk nyata kehadiran negara bagi keluarga kurang mampu. Hal ini disampaikannya saat meninjau langsung pelaksanaan SR jenjang SMA di eks Gedung BPKASN, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri.

“Sekolah Rakyat adalah cara negara menyalakan harapan. Dari gedung pelatihan ASN, kini menjadi ruang membangun masa depan anak-anak dari keluarga tidak mampu,” ujar Khofifah.

SR di Kediri menampung 100 siswa dari keluarga kategori Desil 1 dan 2 berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Fasilitas yang disediakan lengkap, mulai dari ruang kelas ber-AC, asrama, aula, perpustakaan, hingga pengawasan CCTV 24 jam.

Tak hanya fokus pada akademik, SR juga mengembangkan karakter, nasionalisme, kecakapan hidup, dan literasi digital. Khofifah bahkan mengusulkan pelajaran Bahasa Inggris tiga kali seminggu agar siswa bisa cepat fasih.

Pemerintah Provinsi Jatim bersama Kemensos RI dan Pemkab Kediri juga tengah menyiapkan gedung permanen SR seluas 7–14 hektare di Desa Plosokidul, ditargetkan rampung tahun 2026. Program ini dipastikan berkelanjutan dan mencetak generasi cerdas, tangguh, serta peduli.

“Saya optimistis anak-anak ini akan menjadi agen perubahan bagi Jawa Timur dan Indonesia,” tegas Khofifah.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengapresiasi perhatian penuh Gubernur yang aktif melakukan kunjungan dan pemantauan. “Komitmen Bu Gubernur luar biasa. Dalam tiga hari, beliau sudah sembilan kali meninjau SR,” ujarnya.

Rasa syukur juga datang dari para wali murid. Yeni Wijayanti dan Riyani Supatmi, orang tua siswa. Mereka menyebut SR sebagai berkah yang membuka jalan anak mereka menggapai masa depan tanpa beban biaya pendidikan.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News