Harga Minyak Dunia Tembus USD100, Bahlil Pastikan Harga BBM Bersubsidi Tak Naik hingga Lebaran

JAKARTA, 11 MARET 2026 – VNNMedia – Lonjakan harga minyak dunia yang menembus lebih dari USD100 per barel belum akan berdampak pada harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Indonesia. Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tetap stabil hingga Hari Raya Idulfitri 2026.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah menjamin tidak ada kenaikan harga BBM bersubsidi meski tekanan harga minyak global meningkat akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

“Memang harga minyak dunia sekarang sudah melampaui USD100 per barel akibat konflik Iran, Israel, dan Amerika. Tapi masalah kita bukan pada stok. Stok aman, semuanya tersedia. Yang menjadi tantangan hanya soal harga global,” ujar Bahlil.

Menurut Bahlil, pemerintah saat ini tengah menyiapkan sejumlah langkah komprehensif untuk mengantisipasi dampak fluktuasi harga energi global terhadap kondisi dalam negeri. Namun ia memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan maupun harga BBM bersubsidi.

“Kami sedang menyiapkan langkah-langkah komprehensif. Tapi saya pastikan masyarakat tidak perlu khawatir karena sampai hari raya Idulfitri pasokan BBM terjamin dan insyaallah tidak ada kenaikan harga BBM bersubsidi,” tegasnya.

Kenaikan harga minyak dunia belakangan dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global, terutama pada jalur distribusi minyak strategis di kawasan tersebut.

Akibat situasi itu, harga minyak mentah global seperti Brent dan West Texas Intermediate (WTI) bergerak di kisaran USD100 hingga USD110 per barel. Kenaikan ini juga dipicu oleh potensi terganggunya pasokan dari Timur Tengah serta meningkatnya permintaan energi dari sejumlah negara konsumen utama.

Meski demikian, pemerintah menegaskan akan terus memantau perkembangan harga minyak global serta menjaga stabilitas pasokan energi nasional agar tidak membebani masyarakat, khususnya pengguna BBM bersubsidi menjelang Lebaran.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News