
SIDOARJO, 12 AGUSTUS 2025 – VNNMedia – Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Juanda memantapkan langkah dalam pemberdayaan ekonomi desa dengan mendukung penuh peluncuran Usaha Kecil Menengah (UKM) “Kampung Cabut Duri” (KUCARI) di Desa Kalanganyar, Kecamatan Sedati, Sidoarjo.
Dukungan ini menjadi bagian dari “perang” Pertamina melawan ketidakmandirian ekonomi desa, dengan fokus pada pemanfaatan potensi lokal.
KUCARI lahir dari inisiatif warga RT 17 RW 04 Kampung Cabut Duri yang mengelola sumber daya ikan bandeng menjadi 45 produk bernilai tambah, seperti kerupuk, terasi, abon, dan bandeng asap. Program ini berjalan di bawah payung Kalanganyar Sentris Berseri (Sentra Ikan Bersih, Sehat, dan Asri) yang telah mendapatkan dukungan pemerintah desa.
Sekretaris Desa Kalanganyar, Mashobich Al Masruri, menyebut KUCARI bukan sekadar kegiatan ekonomi, tetapi simbol cita-cita menjadikan desa mandiri, bersih, dan berdaya saing. “Potensi masyarakat dalam mengolah ikan bandeng menjadi produk bernilai tinggi adalah kekuatan utama desa ini,” ujarnya.
AFT Juanda mengintegrasikan dukungan ini dalam Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Aviation Fuel Terminal Manager Juanda, Dimas Bagus Satrio Wibowo, menegaskan bahwa sinergi dunia usaha, masyarakat, dan pemerintah desa adalah kunci menciptakan perubahan nyata. “Kami ingin membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menambahkan bahwa pendampingan intensif menjadi bagian dari strategi Pertamina di unit-unit operasionalnya. “Semangat gotong royong warga jika mendapat dukungan tepat, bisa menjadi motor ketahanan ekonomi lokal,” ujarnya.
Pertamina AFT Juanda berharap UKM KUCARI menjadi model desa yang mampu mengelola potensi lokal secara mandiri, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus menginspirasi daerah lain untuk membangun kekuatan ekonominya sendiri.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News