
SURABAYA, 20 MEI 2026 – VNNMedia – Duta Besar Republik Yaman untuk Indonesia, Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, menawarkan peluang kerja sama perdagangan dan investasi kepada pelaku usaha di Jawa Timur saat berkunjung ke Graha Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur di Surabaya, Selasa (19/5/2026).
Pertemuan tersebut menjadi langkah memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Yaman yang selama ini telah terjalin dalam sektor perdagangan, pendidikan, dan kebudayaan.
Delegasi Yaman diterima langsung Ketua Umum Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto bersama jajaran pengurus dan sejumlah pelaku usaha dari berbagai sektor industri.
Dalam pertemuan itu, Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh menyampaikan bahwa pemerintah Yaman ingin memperluas kerja sama ekonomi dengan Indonesia, baik melalui hubungan antarpengusaha maupun kerja sama antarnegara.
“Hubungan Indonesia dan Yaman sudah terjalin sejak lama. Kami ingin memperkuat kembali kerja sama perdagangan agar semakin berkembang,” ujarnya.
Menurut dia, masyarakat Yaman yang tinggal di Indonesia banyak bergerak di bidang usaha dan memiliki hubungan dekat dengan masyarakat Indonesia. Karena itu, pihaknya berharap hubungan ekonomi kedua negara dapat terus dilanjutkan oleh generasi saat ini.
Dubes Yaman juga memperkenalkan sejumlah komoditas unggulan negaranya yang dinilai potensial masuk pasar Indonesia, seperti bawang putih, madu, kopi, buah delima, hingga tanaman pacar Yaman yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri kosmetik dan sampo.
Selain perdagangan, Yaman juga membuka peluang investasi di sektor alat berat, gas, dan industri lainnya. Pemerintah Yaman, kata dia, siap memberikan dukungan kepada investor Indonesia yang ingin mengembangkan bisnis di negaranya.
“Kami menyambut baik investasi dari Indonesia dan siap menjelaskan berbagai peluang yang tersedia, termasuk potensi pelabuhan besar yang dimiliki Yaman,” katanya.
Salah satu isu yang turut dibahas dalam pertemuan tersebut adalah kendala sertifikasi halal untuk produk Yaman yang akan masuk ke Indonesia. Salem optimistis hambatan tersebut bisa segera diselesaikan setelah adanya pembahasan dalam forum perdagangan kedua negara.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur Adik Dwi Putranto menyambut positif tawaran kerja sama tersebut. Menurutnya, hubungan perdagangan Jawa Timur dan Yaman selama beberapa tahun terakhir menunjukkan tren pertumbuhan yang cukup baik.
Ia mengungkapkan, ekspor Jawa Timur ke Yaman selama periode 2021-2025 tumbuh rata-rata 24,08 persen per tahun meski nilainya masih fluktuatif.
“Jawa Timur terus berkembang di sektor industri manufaktur dan perdagangan. Karena itu kami melihat peluang kerja sama ini sangat potensial,” ujar Adik.
Ia menilai Yaman dapat menjadi alternatif pemasok bahan baku industri, termasuk potensi sumber daya fosfat yang dibutuhkan sektor manufaktur Indonesia.
Namun demikian, Kadin Jatim juga menyoroti pentingnya kepastian keamanan, infrastruktur, serta kesiapan investasi di Yaman agar kerja sama bisnis dapat berjalan lancar.
Untuk memperkuat komunikasi bisnis, Kadin Jawa Timur mengusulkan pembentukan grup koordinasi perdagangan Indonesia-Yaman yang akan menjadi sarana komunikasi kebutuhan bisnis kedua negara. Usulan tersebut mendapat respons positif dari pihak Kedutaan Besar Yaman.
Dalam diskusi itu juga dibahas sejumlah kerja sama perdagangan yang telah berjalan, seperti ekspor margarin Indonesia ke Yaman dan pengiriman cocoa powder yang masih menghadapi kendala logistik akibat kontainer tertahan di Singapura.
Pelaku usaha manufaktur Jawa Timur turut mengusulkan business matching secara daring sebagai langkah awal mempertemukan pengusaha kedua negara sebelum dilakukan kunjungan bisnis secara langsung.
Menanggapi hal tersebut, Salem menegaskan Kedutaan Besar Yaman siap memfasilitasi dan membantu proses kerja sama perdagangan antara pengusaha Indonesia dan Yaman. “Pemerintah dan kedutaan siap membantu mempermudah serta memfasilitasi kerja sama perdagangan kedua negara,” pungkasnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News