Inilah Sifa Kartika Putri, Bocah 12 Tahun Asal Mojokerto Sapu Bersih Empat Emas Kejurprov Loncat Indah Jatim 2026

MOJOKERTO, 23 April 2026 – VNNMedia – Nama Sifa Kartika Putri mulai mencuri perhatian di ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Loncat Indah Jawa Timur 2026. Atlet muda kelahiran 2014 asal Kabupaten Mojokerto ini tampil dominan dengan torehan empat medali emas, sekaligus menjadi salah satu pilar keberhasilan kontingennya keluar sebagai juara umum.

Di usia yang baru menginjak 12 tahun, Sifa menunjukkan kematangan teknik yang jarang dimiliki atlet seusianya. Pada nomor papan 3 meter putri, ia tampil sebagai yang terbaik dengan total nilai 131,45 poin, mengungguli pesaing dari Kota Surabaya. 

Penampilannya terbilang konsisten sejak lompatan awal hingga akhir. Sifa mampu menjaga stabilitas saat melakukan berbagai teknik, mulai dari back dive hingga forward 2½ somersaults, yang menjadi salah satu penentu keunggulannya di papan skor. 

Dominasi Sifa tidak berhenti di satu nomor. Ia juga sukses mengamankan tiga medali emas lainnya di kategori usia dan nomor terbuka, menjadikannya salah satu atlet dengan raihan medali terbanyak dalam kejuaraan yang digelar di Kolam Renang Primalaras Surabaya, 18–19 April 2026 tersebut.

Capaian ini turut mendongkrak posisi Kabupaten Mojokerto di puncak klasemen akhir dengan total 8 emas, 3 perak, dan 3 perunggu.  Keberhasilan itu menegaskan kekuatan regenerasi atlet loncat indah di daerah tersebut.

Di balik prestasinya, Sifa dikenal sebagai atlet yang tekun dan disiplin dalam latihan. Meski masih berstatus pelajar, ia mampu membagi waktu antara pendidikan dan latihan intensif. Latihan teknik dasar hingga penguasaan mental saat bertanding menjadi kunci utama perkembangan pesatnya dalam beberapa tahun terakhir.

Pelatih Loncat Indah Kabupaten Mojokerto, Ahmad Subekti, dikonfirmasi Kamis (23/4/2026) mengaku bersyukur atas capaian yang diraih anak asuhnya. Ia menilai hasil tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi.

“Alhamdulillah, dengan segala keterbatasan yang kami miliki, anak-anak tetap menunjukkan semangat luar biasa dalam berlatih. Kami bahkan tidak memiliki fasilitas latihan di air, dan baru tiga hari sebelum kejuaraan bisa berlatih di kolam. Namun yang terpenting, anak-anak tetap semangat dan mampu memberikan hasil terbaik hingga menjadi juara umum,” ungkapnya.

Menurut Ahmad Subekti, para atlet Mojokerto turun di berbagai nomor, mulai dari papan 0,5 meter, 1 meter, hingga 3 meter. Mereka juga tampil di nomor open putri 1 meter dan 3 meter, serta kategori putri di papan 0,5 meter dan 1 meter.

Ia berharap, prestasi ini menjadi momentum untuk pengembangan loncat indah di Mojokerto. Salah satu kebutuhan mendesak yang disorot adalah fasilitas latihan. “Kami berharap ke depan Pemerintah Kabupaten Mojokerto bisa membangun kolam loncat indah, bahkan kalau memungkinkan berstandar nasional. Selama ini anak-anak harus ke Surabaya untuk latihan, jaraknya cukup jauh dan tentu menjadi kendala,” tambahnya.

Keberhasilan Mojokerto menjadi juara umum sekaligus memunculkan dinamika baru dalam peta persaingan loncat indah Jawa Timur. Dominasi Kota Surabaya yang selama ini kuat mulai mendapat tantangan serius. Dengan munculnya atlet-atlet muda seperti Sifa Kartika Putri serta kekuatan baru dari sejumlah daerah, kompetisi loncat indah di Jawa Timur kini semakin terbuka dan kompetitif. 

Telusuri berita lain di Google News VNNMedia