
Vatikan, Minggu 19 April 2026-VNNMedia- Paus Leo memberikan pernyataan tegas untuk meluruskan narasi terkait dugaan perselisihan antara dirinya dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
Melnasir abc news, berbicara kepada wartawan pada hari Sabtu, Paus pertama asal Amerika tersebut menegaskan bahwa pesan perdamaian yang ia sampaikan selama kunjungannya ke Afrika tidak dirancang untuk menyerang presiden secara pribadi
Paus Leo secara proaktif mendekati awak media untuk mengoreksi “narasi tidak akurat” yang berkembang setelah pidatonya di Kamerun memicu reaksi keras dari Trump di media sosial. Dalam pidato tersebut, Paus mengecam pihak-pihak yang memanipulasi agama demi keuntungan militer dan politik
“Pidato itu sudah disiapkan dua minggu lalu, jauh sebelum presiden memberikan komentar tentang saya,” ujar Paus Leo. “Sangat disayangkan jika hal itu dipandang seolah-olah saya mencoba berdebat dengan presiden. Itu sama sekali bukan kepentingan saya. Fokus kita adalah terus memberitakan pesan Injil.”
Ketegangan di Media Sosial
Ketegangan ini bermula saat Presiden Trump berulang kali menyerang Paus Leo di media sosial, menyebutnya “lemah” dalam menangani kejahatan dan menuduhnya menginginkan Iran memiliki senjata nuklir. Menanggapi kritik tersebut, Trump menyatakan pada hari Kamis bahwa meskipun ia mendukung Injil, ia tetap pada pendiriannya terkait keamanan global
“Paus mungkin tidak setuju dengan saya tentang (senjata nuklir), tetapi tentu saja kita diizinkan untuk memiliki perbedaan pendapat,” kata Trump. Sebelumnya, Trump juga sempat memicu kontroversi dengan mengunggah gambar hasil kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya sebagai sosok religius, meski ia kemudian berdalih bahwa gambar tersebut seharusnya menggambarkan dirinya sebagai seorang dokter
Respons Gedung Putih dan Para Pemimpin Katolik
Wakil Presiden JD Vance memberikan nada yang lebih damai dalam sebuah unggahan di media sosial pada hari Sabtu. Vance menyatakan rasa terima kasihnya atas klarifikasi yang diberikan oleh Paus Leo.
“Kenyataannya seringkali jauh lebih rumit daripada narasi konflik yang dipicu media,” tulis Vance. “Paus Leo memberitakan Injil tentang isu-isu moral, sementara pemerintah berupaya menerapkan prinsip-prinsip tersebut di dunia yang kacau. Beliau akan selalu ada dalam doa kami.”
Meskipun ada upaya pendinginan suasana dari pihak Wakil Presiden, hubungan antara pemerintahan Trump dan Gereja Katolik tetap berada di bawah pengawasan ketat. Banyak pemimpin Katolik Amerika mengecam retorika tajam yang dilontarkan Trump terhadap Paus dalam dua minggu terakhir
Paus Leo sendiri menegaskan bahwa ia tidak gentar dengan kritik politik. “Saya tidak takut pada pemerintahan Trump, maupun berbicara lantang tentang pesan Injil. Itulah tugas yang harus dijalankan oleh gereja,” pungkasnya
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News