
Paris, Kamis 16 April 2026-VNNMedia- Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol memberikan peringatan keras bahwa Eropa kemungkinan hanya memiliki sekitar enam minggu lagi persediaan bahan bakar jet
Melansir abc news, dalam sebuah wawancara luas dengan Associated Press di Paris, Birol memperingatkan kemungkinan pembatalan penerbangan segera jika pasokan minyak tetap terblokir oleh ketegangan dengan Iran
Ia melukiskan gambaran suram tentang dampak global dari apa yang disebutnya sebagai krisis energi terbesar yang pernah dihadapi dunia, yang berakar dari terhambatnya pasokan minyak, gas, dan kebutuhan vital lainnya melalui Selat Hormuz
Birol menggunakan istilah situasi genting untuk menggambarkan kondisi saat ini yang diyakini akan berdampak besar pada perekonomian global. Menurutnya, semakin lama pemblokiran ini berlanjut, maka dampaknya akan semakin buruk bagi pertumbuhan ekonomi dan inflasi di seluruh dunia
Hal ini mencakup kenaikan harga bensin, harga gas, hingga kenaikan harga listrik secara signifikan. Ia menekankan bahwa dampak ekonomi akan dirasakan tidak merata, di mana negara-negara seperti Jepang, Korea, India, China, Pakistan, dan Bangladesh berada di garis depan krisis
Lebih lanjut, Birol menyatakan bahwa negara-negara yang akan paling menderita bukanlah negara yang suaranya banyak didengar, melainkan negara-negara berkembang dan negara miskin di Asia, Afrika, serta Amerika Latin sebelum krisis tersebut akhirnya mencapai Eropa dan Amerika
Jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali, ia memastikan bahwa masyarakat akan segera mendengar kabar pembatalan penerbangan antar kota akibat kelangkaan bahan bakar jet
Dalam kesempatan tersebut, Birol juga mengecam sistem pos tol yang diterapkan Iran pada beberapa kapal yang ingin melewati selat. Ia menilai kebijakan tersebut berisiko menciptakan preseden berbahaya yang dapat diterapkan pada jalur air vital lainnya, termasuk Selat Malaka di Asia
Ia menegaskan pentingnya menjaga agar minyak dapat mengalir tanpa hambatan dari satu titik ke titik lainnya tanpa adanya sistem pungutan yang tidak resmi di jalur internasional
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News