Konggres IV BPI Tetapkan Fauzan Zidni sebagai Ketua Umum

Jakarta, Selasa 14 April 2026-VNNMedia- Konggres IV Badan Perfilman Indonesia (BPI) telah menetapkan Fauzan Zidni sebagai Ketua Umum untuk masa bakti 2026-2030

Diselenggarakan di Jakarta pada 10-12 April, Fauzan Zidni terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum menggantikan plt.Ketua Umum Celerina Judisari

“Saya berterimakasih kepada stakeholder BPI yang telah memberi kepercayaan besar ini untuk menjalankan agenda bersama seluruh masyarakat film Indonesia,” kata Fauzan dalam keterangan persnya, dikutip dari Antara

Sinkronisasi kurikulum, program mahang-hub, dan pengiriman talenta muda ke sekolah film terbaik di luar negeri serta berbagai film lab internasional yang bertujuan untuk meningkatkan SDM perfilman Indonesia akan menjadi fokus utama rencana kerja BPI selama empat tahun ke depan, seperti diungkap Fauzan

Lebih lanjut ia kemudian mengungkap rencana kerja lainnya seperti gerakan anti-pembajakan film, penyelenggaraan Festival Film Indonesia, dan pelaksanaa fungsi-fungsi BPI seperti dituangkan dalam UU Perfilman

“BPI akan menyusun revisi UU perfilman bersama Kementerian Kebudayaan untuk penguatan kelembagaan BPI, penguatan profesi perfilman, penguatan dukungan pemerintah terhadap perfilman, kepastian hukum, dan kemudahan investasi, serta perlindungan kebebsan berekspresi,” pungkasnya

Profil Ketua Umum BPI Fauzan Zidni

Fauzan Zidni merupakan figur yang memiliki latar belakang kuat sebagai produser film dan eksekutif media. Ia dikenal luas melalui kiprahnya sebagai produser di balik film-film peraih penghargaan internasional, salah satu yang paling menonjol adalah Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak” (2017) yang sukses menembus Festival Film Cannes

Sebelum memimpin BPI, Fauzan juga sempat menduduki posisi strategis sebagai Executive Producer di The Walt Disney Company Indonesia, yang memperkuat pengalaman manajerialnya dalam mengelola konten berskala besar

Dalam rekam jejak organisasinya, ia merupakan tokoh aktif di Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) dan sering terlibat dalam advokasi kebijakan industri, mulai dari isu perlindungan hak cipta hingga penguatan ekosistem perfilman nasional

Tentang BPI

Badan Perfilman Indonesia (BPI) adalah lembaga resmi yang dibentuk berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman. Posisinya adalah sebagai mitra strategis pemerintah dalam menetapkan kebijakan perfilman nasional

Lembaga ini berfungsi mengoordinasi berbagai unsur perfilman, memberikan pertimbangan kebijakan kepada pemerintah, hingga menyelenggarakan festival film seperti FFI. Keanggotaannya bersifat kolektif dan menaungi berbagai asosiasi profesi film seperti sutradara, produser, dan teknisi, sehingga BPI bertindak sebagai payung besar bagi seluruh ekosistem industri film

Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News