
YOGYAKARTA, 13 APRIL 2026 – VNNMedia – Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar segera mengambil langkah nyata menghentikan perang dan mewujudkan perdamaian dunia melalui sembilan poin himbauan kemanusiaan.
Seruan tersebut disampaikan dalam deklarasi PW Muslimat NU Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang dibacakan di Yogyakarta, disaksikan Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dan Ketua PP Muslimat NU Arifah Choiri Fauzi.
Deklarasi itu menegaskan desakan kepada PBB untuk segera menghentikan seluruh konflik bersenjata di berbagai belahan dunia, sekaligus memperkuat diplomasi damai yang melibatkan semua pihak demi terciptanya solusi politik, ekonomi, dan kemanusiaan yang adil.
Selain penghentian perang, Muslimat NU juga meminta PBB menjamin perlindungan maksimal bagi warga sipil, khususnya perempuan, anak-anak, lansia, dan kelompok rentan yang menjadi korban konflik.
Dalam seruan tersebut, PBB juga didesak melindungi tenaga medis, fasilitas kesehatan, tenaga pendidik, sekolah, jurnalis, dan pekerja media agar tetap dapat menjalankan tugas kemanusiaan tanpa ancaman maupun serangan.
Muslimat NU turut meminta agar akses bantuan kemanusiaan seperti makanan, air bersih, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya dibuka tanpa hambatan bagi masyarakat terdampak perang.
Tak hanya itu, organisasi perempuan terbesar di Indonesia ini juga menuntut penegakan hukum internasional terhadap pelanggaran hak asasi manusia di wilayah konflik, sekaligus mendorong keterlibatan aktif perempuan dalam proses perdamaian global.
Poin terakhir dalam deklarasi tersebut menekankan pentingnya program rehabilitasi dan rekonstruksi pascakonflik, termasuk pemulihan psikososial bagi korban perang, terutama perempuan dan anak-anak.
Khofifah menegaskan, seruan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral Muslimat NU terhadap kemanusiaan global. “Hentikan perang, mari kita wujudkan perdamaian dunia. Ini adalah tanggung jawab moral kita bersama,” tegas Khofifah Indar Parawansa.
Sebagai tindak lanjut, PP Muslimat NU akan mengirim surat resmi berisi sembilan tuntutan tersebut kepada Sekretaris Jenderal PBB António Guterres melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News