Pasca Pertemuan Xi Jinping dan Kuomintang, China Luncurkan Insentif Ekonomi 10 Poin untuk Taiwan

Presiden China Xi Jinping

Beijing, Senin 13 April 2026-VNNMedia- Pemerintah China resmi mengumumkan paket kebijakan ekonomi baru yang ditujukan bagi Taiwan pada Minggu (12/4). Langkah ini menyusul kunjungan bersejarah pemimpin partai oposisi terbesar Taiwan, Kuomintang (KMT), ke Beijing beberapa hari sebelumnya

Melansir NHK News, Kantor Urusan Taiwan Dewan Negara China meluncurkan paket bantuan 10 poin yang dirancang untuk mempererat kerja sama lintas selat

Dalam pernyataan resminya, Beijing berkomitmen untuk mempromosikan impor produk pertanian dan perikanan dari Taiwan serta memberikan dukungan bagi perusahaan kecil dan menengah (UKM) Taiwan agar dapat memperluas jangkauan bisnis mereka di daratan China.

Selain insentif perdagangan, China juga berencana mempercepat pemulihan penerbangan langsung reguler yang melintasi Selat Taiwan guna mempermudah mobilitas masyarakat dan arus logistik.

Diplomasi Xi Jinping dan Kuomintang

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Presiden Xi Jinping dengan Ketua Kuomintang, Cheng Li-wun, di Beijing pada Jumat (10/4). Pertemuan ini menandai dialog formal pertama antara pemimpin Partai Komunis China dan Kuomintang sejak November 2016

Dalam pertemuan tersebut, Xi Jinping kembali menegaskan sikap keras China dalam menentang “kemerdekaan Taiwan”. Namun, di saat yang sama, ia menunjukkan keterbukaan untuk meningkatkan dialog dengan Kuomintang, yang selama ini dipandang memiliki posisi lebih moderat dan lunak terhadap Beijing dibandingkan partai berkuasa saat ini

Tekanan bagi Pemerintahan Lai Ching-te

Sejumlah pengamat menilai bahwa pemberian insentif ekonomi ini merupakan strategi Beijing untuk memberikan tekanan politik kepada pemerintahan Presiden Taiwan saat ini, Lai Ching-te

Dengan merangkul oposisi dan menawarkan keuntungan ekonomi langsung kepada sektor pertanian serta UKM, China berupaya menciptakan pengaruh di tengah masyarakat Taiwan

Sebagaimana diketahui, Beijing memberikan label “pro-kemerdekaan” kepada Partai Progresif Demokratik (DPP) yang dipimpin oleh Lai, dan cenderung membatasi jalur komunikasi resmi dengan pemerintahannya

Langkah terbaru ini dipandang sebagai upaya China untuk menunjukkan bahwa kerja sama ekonomi hanya akan berjalan mulus jika Taiwan mengambil sikap yang sejalan dengan visi “Satu China” yang diusung Beijing

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News