Tersangkut Kasus DUI, Britney Spears Masuk Rehabilitasi

Los Angeles, Senin 13 April 2026-VNNMedia- Mantan diva pop dunia, Britney Spears, dilaporkan masuk rehabilitasi usai terlibat kasus DUI (Driving Under the Influence) atau menyetir dalam kondisi mabuk

The Hollywood Reporter mengatakan bahwa hal itu telah dikonfirmasi oleh perwakilan Spears dengan mengatakan jika sang artis melakukannya dengan sukarela pada hari Minggu (12/4)

Rehabilitasi itu mau tidak mau harus dijalani Britney Spears setelah dirinya ditangkap polisi karena mengemudi di bawah pengaruh di Ventura County, California, pada tanggal 4 Maret 2026. Sehari setelahnya ia dibebaskan dari penjara, seperti diungkap oleh Sheriff Ventura County

“Ini adalah insiden yang tidak menguntungkan dan sama sekali tidak dapat dibenarkan,” kata perwakilan Spears saat itu

“Britney akan mengambil langkah yang tepat dan mematuhi hukum, dan semoga ini bisa menjadi langkah awal dari perubahan yang sudah lama dibutuhkan dalam hidupnya. Semoga ia bisa mendapatkan bantuan dan dukungan yang ia perlukan di masa sulit ini,” tambahnya

Masalah Hukum dan Sejarah Ketergantungan Zat Britney Spears

Perjalanan hidup Britney Spears sering kali diwarnai oleh pemberitaan media yang sangat intens, terutama terkait krisis pribadi, masalah hukum, dan ketergantungan zat yang memuncak pada tahun 2007 hingga 2008

Tahun-tahun itu menandai titik terendah dalam kehidupan publik dan hukumnya. Britney mengalami serangkaian perilaku tidak stabil, termasuk insiden memggunduli rambutnya dan serangan terhadap properti paparazzi, serta dakwaan atas kasus tabrak lari ringan dan mengemudi tanpa SIM

Ketidakstabilan ini, yang diperburuk oleh laporan penggunaan zat terutama alkohol, menyebabkan ia kehilangan hak asuh atas kedua putranya. Kondisi tersebut berujung pada penahanan psikiatris paksa dan penetapan sistem konservatori yang memberikan kendali penuh atas kehidupan serta asetnya kepada ayahnya selama hampir 14 tahun

Dalam memoarnya yang terbit pada tahun 2023, Britney memberikan perspektif pribadi mengenai penggunaan zat. Ia mengakui pernah menggunakan Adderall, sebuah obat resep untuk ADHD, guna membantu meredakan depresi meskipun ia membantah memiliki kecanduan berat terhadap narkotika keras

Ia juga bersaksi di pengadilan bahwa selama masa konservatori, ia pernah dipaksa mengonsumsi Lithium yang membuatnya merasa kehilangan kesadaran normal. Meskipun laporan media sering menonjolkan penyalahgunaan zat, banyak pihak kini melihat periode tersebut sebagai krisis kesehatan mental yang diperparah oleh tekanan ketenaran

Masalah hukum terbarunya di tahun 2026 menunjukkan bahwa ia masih dalam proses perjuangan panjang menuju stabilitas permanen

Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News