
JAKARTA, 12 APRIL 2026 – VNNMedia – Lintasarta memastikan layanan digital tetap andal selama periode Idulfitri 2026 meski terjadi lonjakan trafik signifikan.
Perusahaan mencatat percepatan pemulihan jaringan hingga 60 persen pada masa puncak Lebaran, sekaligus menekan jumlah gangguan jaringan sebesar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebagai bagian dari Indosat Ooredoo Hutchison Group, Lintasarta mengandalkan penguatan infrastruktur digital berbasis kecerdasan artifisial (AI) melalui strategi Beyond AI Factory. Teknologi ini menjadi tulang punggung perusahaan dalam menjaga stabilitas layanan sepanjang Ramadan hingga Idulfitri.
Sejak awal Ramadan, Lintasarta telah memproyeksikan kenaikan trafik data seiring meningkatnya aktivitas digital masyarakat dan sektor industri. Untuk mengantisipasi hal itu, perusahaan melakukan optimalisasi kapasitas jaringan, memperkuat sistem monitoring berbasis AI, serta menyiagakan Network Operation Center (NOC) selama 24 jam di seluruh Indonesia.
Langkah tersebut memungkinkan deteksi dini terhadap potensi gangguan sekaligus mempercepat respons penanganan secara real time. Selama masa Lebaran, lonjakan trafik tercatat terjadi di berbagai sektor strategis, mulai dari perbankan, transportasi, ritel, distribusi, hingga layanan publik.
Director & Chief Telco Services Officer Lintasarta, Zulfi Hadi, mengatakan capaian ini merupakan hasil transformasi operasional berbasis AI yang terus dikembangkan perusahaan.
“Melalui Beyond AI Factory, kami tidak hanya melakukan monitoring, tetapi juga proactive maintenance, otomatisasi penanganan, serta peningkatan respons end-to-end. Ini memungkinkan layanan tetap optimal di tengah lonjakan trafik tinggi,” ujarnya.
Selain mempercepat pemulihan gangguan, Lintasarta juga berhasil meningkatkan kualitas layanan melalui penguatan desain High Availability (HA) dan perluasan Point of Presence (PoP), yang berdampak langsung pada kestabilan konektivitas hingga ke pengguna akhir.
Perusahaan juga menerapkan pengelolaan trafik dinamis melalui optimalisasi routing dan contingency plan di titik-titik kritis jaringan. Strategi ini memastikan distribusi data tetap lancar meskipun terjadi lonjakan akses secara bersamaan.
Keberhasilan ini menjadi bagian dari strategi Beyond Infrastructure Lintasarta yang mengintegrasikan AI dalam pengelolaan jaringan secara menyeluruh. Pendekatan tersebut diperkuat dengan fondasi 4C, yakni Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration, guna mendukung ekosistem digital nasional yang semakin terintegrasi.
Ke depan, Lintasarta menegaskan komitmennya untuk terus memperluas inovasi berbasis AI dan memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem digital Indonesia yang inklusif, cerdas, dan berkelanjutan.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News