Khofifah Target Jatim Juara Umum Lagi di LKS 2026, Resmikan 50 Revitalisasi Sekolah

SURABAYA, 11 APRIL 2026 – VNNMedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menutup Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) Jatim 2026 dengan optimisme tinggi: Jawa Timur membidik gelar juara umum nasional untuk keempat kalinya secara beruntun.

Penutupan LKS Dikmen Jatim ke-34 digelar di SMKN 12 Surabaya, Rabu (9/4/2026), sekaligus menjadi momentum penguatan komitmen Pemprov Jatim dalam mencetak talenta vokasi unggul yang siap bersaing di tingkat nasional hingga global.

Khofifah menegaskan, LKS bukan sekadar ajang lomba, melainkan instrumen strategis untuk memetakan kompetensi siswa dan menjaring talenta terbaik dari seluruh Jawa Timur. “Selama tiga tahun berturut-turut Jawa Timur menjadi juara umum nasional. Tahun ini target kita jelas, mempertahankan gelar itu kembali,” ujar Khofifah.

Menurutnya, keberhasilan hattrick tersebut bukan kebetulan, melainkan hasil pembinaan terstruktur yang melibatkan sekolah, guru, dunia usaha, dan industri secara berkelanjutan.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, LKS Dikmen Jatim 2026 untuk pertama kalinya juga melibatkan siswa SMA dan Madrasah Aliyah, tidak hanya SMK. Kebijakan ini dinilai memperluas ruang kompetisi bagi siswa lintas jenjang pendidikan.

Khofifah bahkan mengusulkan agar format serupa diadopsi di tingkat nasional agar lebih banyak pelajar dapat menunjukkan kompetensinya di 56 cabang lomba yang dipertandingkan. “Saya berharap pelibatan SMA dan Aliyah ini juga bisa diterapkan secara nasional karena memberi peluang lebih luas bagi siswa menunjukkan kemampuan terbaiknya,” katanya.

Dalam sambutannya, Khofifah juga menyoroti peningkatan kualitas lulusan SMK di Jawa Timur. Ia menyebut banyak siswa kini sudah mengenal dunia kerja sejak kelas 11 melalui program magang, bahkan sebagian telah direkrut sebelum lulus.

Namun, menurutnya, kesiapan kerja tidak cukup hanya dengan keterampilan teknis. Kematangan psikososial siswa juga harus diperkuat agar lulusan benar-benar siap masuk dunia industri.

“Banyak siswa SMK sudah diinden perusahaan sebelum lulus. Ini menunjukkan kualitas mereka semakin diakui,” ujarnya.

Khofifah menekankan pentingnya peran dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (Dudika) dalam menentukan standar kompetensi lulusan agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja.

Resmikan Revitalisasi 50 Sekolah
Dalam agenda yang sama, Khofifah meresmikan bantuan revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana bagi 50 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di wilayah Surabaya-Sidoarjo.

Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu layanan pendidikan di tengah tantangan fiskal 2026, ketika potensi pendapatan daerah disebut berkurang sekitar Rp4,2 triliun. “Dalam keterbatasan justru lahir kreativitas dan inovasi. Prestasi harus tetap tumbuh,” tegasnya.

Selain revitalisasi sekolah, Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan pendidikan kepada 20 siswa pra sejahtera masing-masing Rp1 juta, serta bantuan sepatu sekolah untuk mendukung keberlanjutan pendidikan mereka.

Pemenang LKS Dapat Pembinaan ke Tingkat Nasional
Pada LKS Dikmen Jatim 2026, juara pertama tiap bidang lomba memperoleh uang pembinaan Rp5 juta, juara kedua Rp3 juta, dan juara ketiga Rp2 juta.

Khusus juara pertama, mereka akan mengikuti training center sebagai persiapan menghadapi LKS tingkat nasional. Khofifah menegaskan, pembinaan berjenjang ini penting agar prestasi siswa tidak berhenti di level provinsi.

“Piala dan medali hanyalah simbol. Prestasi sejati adalah ketika keterampilan itu mampu mengangkat ekonomi keluarga dan memajukan daerah,” pungkasnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News