
Washington DC, Minggu 05 April 2025-VNNMedia- Presiden AS Donald Trump mengultimatum Iran agar membuka kembali Selat Hormuz atau mencapai kesepakatan nuklir
“Ingat ketika saya memberi Iran sepuluh hari untuk membuat kesepakatan atau membuka Selat Hormuz,” tulis Trump melalui media sosial miliknya, Truth Social, pada hari Sabtu kemarin. “Waktu hampir habis-48 jam sebelum neraka menimpa mereka.”
Diketahui pada 26 Maret lalu, Trump mengumumkan perpanjangan waktu perundingan nuklir Iran menjadi 10 hari usai negara tersebut mengizinkan 10 kapal tanker minyak Pakistan melintasi Selat Hormuz
Sementara itu, Time melaporkan bahwa Trump tengah berupaya mengakhiri perang melawan Iran dengan sebuah kemenangan sebelum pelaksanaan Pemilu Konggres paruh waktu pada 3 November 2026. Dikhawatirkan operasi militer yang berkepanjangan di Iran akan sangat berpengaruh pada posisi Partai Republik yang memegang mayoritas di Senat dan DPR
Trump takut partai pendukungnya akan kehilangan banyak suara karena penentangan sebagian besar warga AS atas perangnya melawan Iran
Ketidaksukaan masyarakat AS diperlihatkan dengan menggelar unjuk rasa besar-besaran pada 28 Maret lalu. Ribuan massa yang tergabung dalam aksi demonstrasi bertajuk “NO KING (Tidak Ada Raja)”, memadati jalan-jalan di penjuru Amerika Serikat
baca juga: Protes Skala Nasional: 50 Negara Bagian AS Tolak Serangan terhadap Iran
Aksi itu menjadi salah satu protes skala terbesar yang pernah ada, menjangkau lebih dari 3.000 lokasi di seluruh 50 negara bagian untuk menyuarakan penentangan terhadap kebijakan Presiden Donald Trump terkait serangan militer ke Iran
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News