
Teheran, Selasa 10 Maret 2026-VNNMedia- Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Seyed Abbas Araghchi menebarkan psy war, dalam peperangannya dengan Amerika Serikat dan Israel
Melalui media sosial X, Araghchi mengejek Operation Epic Fury, nama sandi operasi militer besar-besaran yang diluncurkan oleh AS terhadap Iran yang saat ini sedang berlangsung, dengan menyebut sebagai Operation Epic Mistake
Ia juga mengatakan dampak dari sembilan hari operasi tersebut yang menyebabkan harga minyak naik dua kali lipat, sementara semua komoditas melonjak tajam
“Kami tahu AS sedang merencanakan serangan terhadap situs-situs minyak dan nuklir kami, dengan harapan dapat menahan guncangan inflasi besar-besaran,” tulis Araghchi
“Iran sepenuhnya siap. Dan kami juga memiliki banyak kejutan yang telah dipersiapkan,” tambahnya
Sementara itu, AS mengancam akan menyerang Iran ’20 kali lebih keras’ jika negara tersebut terus menutup Selat Hormuz. “Jika Iran melakukan sesuatu yang menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz, mereka akan dihantam oleh Amerika Serikat dua puluh kali lebih keras daripada yang telah mereka alami selama ini,” tegasnya
Diketahui sebagai respon serangan militer gabungan AS-Israel, Iran memblokir Selat Hormuz, dengan mengatakan akan menyerang dan membakar kapal-kapal yang memaksa melewati selat yang dikenal sebagai “chokepoint” minyak terpenting di dunia. Sejak penutupan, harga minyak sempat melonjak mendekati level US$120 per barel
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News