
Jakarta, 07 Maret 2026-VNNMedia- God Bless tengah berduka karena harus kehilangan bassis andalannya, Donny Fattah, yang meninggal dunia di usia 77 di RS Fatmawati Jakarta pada hari ini, sebagaimana dikabarkan oleh band tersebut melalui media sosialnya
Dalam Instagramnya, God Bless mengunggah foto hitam putih almarhum dengan keterangan yang berbunyi, “Inna lillahi wa inna ilahi rojiun. Telah meninggal dunia DONNY FATAH, bassist, salahs atu pendiri God Bless, saudara kami tercinta di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta.”
“Mohon dimaafkan jika terdapat kesalahan almarhum.Semoga amal dan seluruh kebaikannya diterima di sisiNya. Aamiin ya robbal aalamin.”
Berdasarkan keterangan dari instastory grub tersebut, jenazah mendiang Donny Fattah akan dimakamkan di TPU Kampung Kandang
Mengutip Kompas.com, Donny diketahui memiliki tiga riwayat penyakit sekaligus, yaitu sarkopenia, penyumbatan vaskular, dan autoimun, yang berpengaruh kepada anggota tubuhnya dari pinggang hingga kaki, sehingga membuatnya harus mengkonsumsi 32 jenis obat setiap harinya
“Saya sehari minum 32 jenis obat untuk tiga penyakit tadi. Tapi ya campur, ada vitamin, ada obat kimia. Sudah berjalan hampir dua tahun,” kata Donny pertengahan tahun lalu kepada Kompas
Perjalanan Karir Musik Donny Fattah
Donny Fattah Gagola memulai perjalanan musiknya sebagai salah satu pilar utama yang mendirikan God Bless pada tahun 1973. Bersama Ahmad Albar dan personil awal lainnya, ia meletakkan dasar bagi genre rock di Indonesia melalui album perdana yang dirilis pada tahun 1975
Memasuki tahun 1980, ia memberikan kontribusi besar pada album “Cermin” yang dikenal dengan eksplorasi rock progresif yang rumit. Kemampuannya dalam menyusun komposisi musik mencapai puncak popularitas saat God Bless merilis album Semut Hitam pada tahun 1988, di mana ia terlibat dalam penciptaan hits besar seperti Kehidupan dan Maret 1989
Di luar God Bless, ia sempat melebarkan sayap dengan membentuk supergroup Gong 2000 pada awal dekade 90-an yang memadukan unsur musik tradisional Bali dengan rock modern. Selain itu, ia juga meluncurkan proyek solo yang menunjukkan sisi idealisme musiknya yang lebih personal
Hingga saat ini, sosoknya dipandang sebagai legenda hidup yang menjaga nyala musik rock Indonesia tetap eksis melintasi berbagai generasi
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News