
Jakarta, Rabu 04 Maret 2026 – VNNMedia – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menuturkan konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran belum mengganggu pasokan energi nasional satu hingga dua bulan kedepan, termasuk bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.
“Kalau sampai dengan sekarang, belum terganggu (BBM),” kata Bahlil usai rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2026) dilansir Antara.
Meski dalam satu hingga dua bulan ke depan kondisi pasokan energi Indonesia masih aman, Bahlil mengakui jika konflik berlangsung lama, dampaknya tentu tidak bisa dihindari.
“Tetapi, ke depan kan pasti kalau perangnya lama, pasti akan berdampak. Itu sudah pasti,” ujarnya.
Politisi Partai Golkar tersebut menjelaskan pemerintah telah mengantisipasi potensi risiko tersebut melalui pembahasan dalam rapat Dewan Energi Nasional (DEN).
Ia menuturkan, sekitar 25 persen impor minyak mentah (crude) Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah dan melewati jalur strategis Selat Hormuz yang kini dalam status penjagaan penuh Garda Republik Iran.
Sebagai skenario mitigasi, kata Bahlil, pemerintah mulai mengalihkan sebagian sumber impor crude ke Amerika Serikat serta negara-negara lain yang tidak terkait dengan jalur Selat Hormuz.
“Dari 25 persen itu kita sudah mengalihkan antisipasinya ke Amerika atau ke daerah negara-negara yang tidak ada kaitannya dengan Selat Hormuz,” ujarnya.
Sementara itu, untuk elpiji dipastikan oleh Bahlil tidak ada persoalan pasokan. Adapun, impor BBM jenis bensin yang masih dilakukan Indonesia disebut mayoritas berasal dari kawasan Asia Tenggara.
Dengan skema pengalihan sumber pasokan tersebut, Bahlil menegaskan kondisi energi nasional untuk saat ini masih dalam keadaan aman dan terkendali.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News