Grup Tunarungu Big Ocean Rayakan Ketabahan Lewat Mini Album Ketiga “THE GREATEST BATTLE”

Seoul, Rabu 04 Maret 2026-VNNMedia- Grup idola tunarungu pertama di dunia, Big Ocean, resmi melakukan comeback pada hari Selasa dengan merilis mini album ketiga mereka yang bertajuk “THE GREATEST BATTLE”

Berbeda dengan karya-karya sebelumnya yang cenderung ceria, album kali ini menyalurkan pengalaman ketekunan para anggota ke dalam pernyataan musikal yang lebih intens, terkendali, dan kuat

Melalui proyek ini, PJ, Chanyeon, dan Jiseok berupaya merefleksikan realitas serta tantangan besar yang mereka hadapi sebagai grup K-pop dengan gangguan pendengaran di tengah industri yang sangat kompetitif

Dalam acara jumpa pers yang digelar di Showking K-pop Center, Distrik Mapo, Seoul, ketiga anggota memperkenalkan delapan lagu baru yang menjadi bagian dari album ini. Terdapat dua lagu utama, yakni “One Man Army” dan “Cold Moon”, serta lagu pendukung berjudul “Alive” dan “Back” beserta versi instrumentalnya

Lagu “One Man Army” secara khusus mengambil inspirasi dari kepahlawanan Laksamana Yi Sun-sin dalam Pertempuran Myeongnyang yang bersejarah. Dengan menggabungkan aransemen string yang megah dan bass 808 yang berat, lagu ini menjadi penyemangat bagi para anggota yang merasa kisah kemenangan mustahil laksamana tersebut sangat selaras dengan perjuangan hidup mereka

Pertunjukan panggung untuk “One Man Army” juga dirancang dengan skala besar, melibatkan 20 penari latar yang membentuk formasi kapal untuk memperkuat narasi perlawanan terhadap rintangan. Sementara itu, lagu utama kedua berjudul “Cold Moon” memiliki pendekatan yang lebih introspektif, mengeksplorasi ketenangan setelah melewati masa sulit dengan lirik yang adiktif

Uniknya, Big Ocean tetap mempertahankan ciri khas mereka dengan menyertakan koreografi bahasa isyarat dalam setiap penampilan, sehingga pesan dan lirik lagu dapat tersampaikan dengan jelas kepada seluruh penonton tanpa terkecuali

Perjuangan Big Ocean bukan sekadar metafora, melainkan realitas yang dibentuk oleh prasangka dan keraguan dari pihak luar. Jiseok mengungkapkan bahwa mereka sering dianggap tidak akan berhasil karena keterbatasan pendengaran, namun kebahagiaan dalam bermusiklah yang menyatukan mereka untuk terus mengejar mimpi

Melalui “THE GREATEST BATTLE”, mereka ingin membingkai ulang perjuangan tersebut sebagai lagu kebangsaan bagi siapa pun yang sedang berjuang untuk dilihat. Pesan inspiratif ini pun akan segera dibawa ke panggung internasional melalui tur Amerika Serikat yang akan dimulai pada 10 April mendatang, mencakup kota-kota besar seperti Chicago, New York, Atlanta, hingga Los Angeles

sumber: Korea Times

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News