
Madrid, Rabu 04 Maret 2026-VNNMedia- Spanyol secara tegas menentang agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dengan menyebutnya sebagai tindakan yang melanggar hukum internasional
“Kami ingin agar tindakan militer selalu berada di bawah piagam PBB dan melalui upaya kolektif,” ujar Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares, mengutip Blomberg Technoz
“Ketika kami tidak melihat hal itu dilakukan, Spanyol akan mengangkat suara untuk memberi sinyal bahwa itu bukan jalan yang benar,” tambahnya
Menteri Albares mendesak para sekutu Eropa untuk tidak berdiam diri dan lebih vokal dalam menjaga tatanan dunia yang berbasis pada supremasi hukum
“Spanyol, Uni Eropa, dan seluruh Eropa harus menjadi suara yang menciptakan keseimbangan, yang berbicara tentang deeskalasi, serta berbicara tentang melindungi dan membela hukum internasional,” tegas Albares
“Dunia yang didasarkan pada aturan yang terukur jauh lebih daripada dunia dimana kekuatan adalah satu-satunya hukum yang berlaku,” tambahnya
PM Spanyol Pedro Sanchez diketahui menjadi satu-satunya pemimpin negara di Eropa yang sangat vokal menentang serangan gabungan AS-Israel kepada Iran, karena dinilai telah melanggar hukum internasional
Terbaru, negara tersebut menolak penggunaan pangkalan militernya oleh AS untuk menyerang Iran, yang direspon Trump dengan ancaman pemutusan hubungan dagang
Sikap tegas juga ditunjukkan Spanyol saat AS meluncurkan operasi militer skala besar ke Venezuela yang berakhir pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro, pada awal Januari 2026
Sebelumnya, sebagai bentuk penolakan atas perang di Gaza, Spanyol melarang penggunaan pangkalan militer di wilayahnya untuk pengiriman pasokan senjata AS ke Israel pada musim gugur silam
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News
.