
Washington DC, Rabu 04 Maret 2026-VNNMedia- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, kesal dengan dua sekutunya, Spanyol dan Inggris, akibat perbedaan sikap terkait konflik militer dengan Iran
“Kami akan memutus semua hubungan dagang dengan Spanyol. Kami tidak ingin berurusan dengan Spanyol,” kata Trump kepada media di Gedung Putih pada Selasa kemarin
Pernyataan tersebut dilontarkan Trump usai Spanyol menolak mengizinkan pangkalan militernya digunakan AS untuk menyerang Iran. Pemerintah Spanyol secara tegas menolak AS menggunakan pangkalan militernya di Naval Base Rota dan Moron Air Base, untuk melanjutkan serangannya ke Iran
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, bahkan mengutuk keras operasi militer AS ke Iran dengan menyebut sebagai tindakan sepihak yang tidak memiliki dasar hukum internasional yang kuat. Sementara Menteri Luar Negeri negara tersebut, Jose Manuel Albares menegaskan bahwa penggunaan fasilitas militer di wilayah Spanyol harus sejalan dengan Piagam PBB
“Pangkalan-pangkalan tersebut tidak digunakan, dan tidak akan digunakan, untuk apa pun yang tidak tercantum dalam perjanjian, atau untuk apa pun yang tidak tercakup dalam piagam PBB,” ujar Albares dalam keterangan persnya
Kekesalan juga ditujukan Trump untuk Inggris, dengan mengatakan, “Sebagai informasi, saya juga tidak senang dengan Inggris. Sosok yang kami hadapi saat ini bukanlah Winston Churchill.”
Diketahui pada hari Senin (2/3), PM Inggris Keir Starmer, dihadapan konggres, menyatakan absennya Inggris dalam ‘serangan ofensif” AS-Israel ke Iran
Sambil membela keputusan untuk tidak memfasilitasi serangan awal, Starmer menegaskan bahwa Inggris tidak mendukung upaya perubahan rezim melalui kekuatan udara. Namun, pangkalan Diego Garcia dan RAF Fairford tetap dibuka terbatas hanya untuk tindakan perlindungan sekutu dan warga negara dari dampak eskalasi di Timur Tengah
“Presiden Trump telah menyatakan ketidaksetujuannya atas keputusan kami untuk tidak terlibat dalam serangan awal, tetapi adalah tugas saya untuk menilai apa yang menjadi kepentingan nasional Inggris. Itulah yang telah saya lakukan dan saya berdiri teguh pada keputusan itu,” tegas Starmer pada Senin
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News