Pemkab Bojonegoro Kembali Luncurkan Program Bantuan Bibit Buah Untuk Petani Kawasan Hutan

BOJONEGORO, 26 Februari 2026 – VNNMedia – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali meluncurkan program bantuan bibit buah-buahan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan. Program tahun ini difokuskan pada pemberian bibit Alpukat dan Jambu Mete kepada Kelompok Tani (Poktan) yang telah memenuhi persyaratan administratif dan teknis.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, menyampaikan bahwa kelompok tani penerima bantuan wajib terdaftar resmi sesuai regulasi yang berlaku. 

“Pemerintah memastikan bahwa petani tidak akan berjalan sendiri. Setiap kelompok tani yang lolos verifikasi CPCL (Calon Petani Calon Lokasi) akan mendapatkan pendampingan teknis dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) mulai dari tanam hingga panen. Disamping itu, setelah dilakukan droping bibit buah-buahan, petani akan dibekali teknik budidaya sampai dengan panen dan pasca panen,”katanya seperti dalam siaran tertulisnya Pemkab Bojonegoro, Rabu (25/2/2026).

Untuk memperoleh bantuan bibit buah-buahan, kelompok tani diwajibkan melengkapi sejumlah persyaratan yang relatif ringan, antara lain, SKT (Surat Keterangan Terdaftar) yang ditandatangani oleh Bupati, KTP pengurus kelompok, foto titik koordinat calon lokasi penanaman (untuk verifikasi lapangan) dan proposal permohonan bantuan yang ditandatangani ketua kelompok tani, diketahui dan disetujui oleh Kepala Desa, dan Penyuluh pertanian setempat.

Adapun jumlah bibit yang dialokasikan rata-rata berkisar antara 300 hingga 400 batang per hektar. Namun, jumlah pasti akan ditentukan setelah tim teknis melakukan verifikasi lapangan. Pengiriman bibit juga akan disesuaikan dengan kesiapan teknis di lokasi serta masa tanam ideal guna memastikan tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman dapat maksimal.

Selain memberikan manfaat ekonomi melalui potensi peningkatan pendapatan petani, program ini juga mendukung upaya konservasi tanah dan air, meningkatkan tutupan vegetasi, serta memperkuat ketahanan lingkungan. Pola tanam yang diterapkan mengedepankan prinsip agroforestry, yaitu memadukan tanaman kehutanan dan tanaman buah secara harmonis. 

Telusuri berita lain di Google News VNNMedia