Kadin Jatim–Timor Leste Perluas Kerja Sama Dagang, UMKM hingga Investasi Daur Ulang

SURABAYA, 27 FEBRUARI 2026 – VNNMedia — Hubungan ekonomi antara Jawa Timur dan Timor Leste terus diperkuat. Upaya tersebut ditandai dengan kunjungan Asisten Atase Industri dan Perdagangan Timor Leste, Ricardo de Araujo, ke Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur (Kadin Jatim) di Surabaya, Rabu (25/2/2026).

Pertemuan ini bertujuan mengevaluasi sekaligus memperluas kerja sama perdagangan, industri, dan investasi yang selama ini telah terjalin antara Timor Leste dan Jawa Timur.

Ricardo menyampaikan bahwa kedua pihak terbuka untuk mengembangkan kolaborasi lintas sektor sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.

“Timor Leste masih dalam fase pembangunan, sehingga kebutuhan terhadap penguatan industri kecil dan menengah sangat besar. Jawa Timur memiliki posisi strategis untuk mendukung proses tersebut,” ujar Ricardo.

Selama ini, Surabaya menjadi salah satu pintu utama ekspor berbagai produk Indonesia ke Timor Leste. Komoditas yang dikirim antara lain bahan bangunan, makanan, obat-obatan, kosmetik, hingga alat berat. Ricardo menyebut, kedekatan geografis membuat Jawa Timur menjadi mitra dagang yang sangat penting bagi negaranya.

Selain berdialog dengan Kadin Jatim, delegasi Timor Leste juga melakukan kunjungan ke sejumlah perusahaan eksportir di Jawa Timur seperti PT Akuasi, Bogasari, Indofood, serta kawasan Pelabuhan Tanjung Perak. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung proses produksi dan rantai ekspor produk yang selama ini dipasarkan ke Timor Leste.

Dalam kerja sama ke depan, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu fokus utama. Timor Leste membutuhkan pendampingan dalam pengembangan UMKM, khususnya di sektor kerajinan tenun, makanan ringan, serta produksi perabot rumah tangga sederhana.

Tak hanya itu, peluang investasi juga terbuka lebar di sektor pengelolaan sampah dan daur ulang. Hingga saat ini, Timor Leste belum memiliki sistem pemilahan dan daur ulang sampah yang memadai. Ricardo berharap pelaku usaha dari Jawa Timur dapat berinvestasi di sektor tersebut untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Kami sangat membutuhkan investasi di bidang daur ulang. Saat ini sampah masih dikumpulkan di satu lokasi tanpa pengolahan lanjutan,” ungkapnya.

Kebutuhan lain yang disoroti adalah layanan purna jual alat berat, termasuk ketersediaan suku cadang. Selama ini, alat berat banyak dibeli dari Indonesia, namun sering terkendala perawatan karena keterbatasan fasilitas di Timor Leste.

Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang Perdagangan dan Promosi Luar Negeri, Prof. Tommy Kayhatu, menyambut positif peluang tersebut. Ia menegaskan bahwa Jawa Timur merupakan mitra dagang strategis bagi Timor Leste, baik dari sisi kedekatan geografis maupun konsistensi pasokan produk.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Jawa Timur, kinerja perdagangan Jawa Timur dengan Timor Leste sepanjang 2021–2025 menunjukkan tren positif dengan neraca perdagangan yang konsisten surplus. Nilai ekspor Jawa Timur terus meningkat, sementara impor relatif kecil, sehingga memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pemasok utama bagi Timor Leste.

“Secara keseluruhan, hubungan dagang Jawa Timur dan Timor Leste memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Penguatan kerja sama perdagangan dan industri diyakini akan semakin meningkatkan nilai perdagangan kedua wilayah secara berkelanjutan,” pungkas Tommy.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News