
Washington DC, Selasa 24 Februari 2026-VNNMedia- Dokumen terbaru yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS (DOJ) mengungkap rincian baru mengenai kunjungan mendiang Jeffrey Epstein ke markas SpaceX di Hawthorne, California, pada Februari 2013
Email-email yang bocor menunjukkan bahwa pelaku kejahatan seksual tersebut berupaya membawa tiga wanita warga negara asing-dua warga Rusia dan satu warga Afrika Selatan-untuk ikut serta dalam tur fasilitas roket milik Elon Musk tersebut
Korespondensi antara asisten eksekutif Epstein, Lesley Groff, dan mantan ajudan Musk, Mary Beth Brown, memperlihatkan adanya kekhawatiran keamanan yang serius dari pihak SpaceX
Sebagai perusahaan yang menangani teknologi pertahanan sensitif dan terikat pada aturan International Traffic in Arms Regulations (ITAR), akses bagi warga negara asing sangatlah terbatas
Meskipun Epstein diizinkan melakukan tur dan makan siang bersama Musk, ketiga wanita yang digambarkan sebagai “asisten” tersebut dilarang masuk ke fasilitas utama dan hanya diperbolehkan menunggu di area lobi
Temuan ini membantah pernyataan Elon Musk sebelumnya pada Juli 2020 yang mengeklaim bahwa Epstein tidak pernah mengunjungi SpaceX
Rekam jejak digital menunjukkan setidaknya 20 email yang melibatkan kedua pihak untuk merencanakan pertemuan pada 25 Februari 2013
Bahkan, Musk dilaporkan sempat memberikan saran mengenai bandara terdekat agar Epstein bisa tiba di lokasi dengan cepat. Pasca kunjungan, Epstein mengirimkan email terima kasih yang kemudian dibalas oleh Musk dengan ramah
sumber: Bloomberg via The Strait Times
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News