
JAKARTA, 29 JULI 2025 – VNNMedia – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2025 sebesar 8,47 persen. Menurun dibandingkan September 2024 (8,57 persen) dan Maret 2024 (9,03 persen).
Penurunan ini mencerminkan upaya bersama dalam mengatasi persoalan kemiskinan di tanah air.
Menanggapi data tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak, tidak hanya pemerintah tetapi juga kontribusi masyarakat.
“Ini hasil kerja keras bersama. Pengentasan kemiskinan tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah,” ujarnya dalam pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (25/7/2025).
Pemerintah, lanjutnya, tetap fokus menekan kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem, hingga mencapai nol persen selama lima tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Upaya tersebut dijalankan secara lintas sektor dan terintegrasi, salah satunya melalui penciptaan lapangan kerja baru. Program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, hingga kebijakan hilirisasi diyakini akan memperkuat ekonomi masyarakat bawah.
“Semua program ini punya benang merah: membuka kesempatan kerja seluas-luasnya,” kata Prasetyo.
BPS melaporkan, jumlah penduduk miskin Indonesia per Maret 2025 tercatat sebanyak 23,85 juta orang, atau berkurang 200 ribu orang dibandingkan September 2024.
Sementara itu, penduduk miskin ekstrem berjumlah 2,38 juta orang, turun signifikan sebesar 400 ribu orang dari September 2024 dan 1,18 juta orang dibanding Maret 2024.
“Dari sisi persentase, penduduk miskin ekstrem pada Maret 2025 adalah 0,85 persen dari total populasi,” ujar Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono.
Namun, meski secara nasional menurun, angka kemiskinan di perkotaan justru naik tipis menjadi 6,73 persen (dari 6,66 persen pada September 2024), sedangkan di perdesaan menurun menjadi 11,03 persen (dari 11,34 persen).
Jawa Sumbang Lebih dari 50 Persen Penduduk Miskin Nasional
Dilihat dari sebaran wilayah, Pulau Jawa masih menjadi daerah dengan jumlah penduduk miskin terbanyak, yaitu 12,56 juta orang atau sekitar 52,66 persen dari total nasional. Sebaliknya, Pulau Kalimantan mencatat jumlah terendah dengan hanya 0,89 juta orang atau 3,75 persen dari total penduduk miskin.
Penurunan kemiskinan tertinggi tercatat di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, sedangkan Maluku dan Papua justru mengalami kenaikan.
Data tersebut dihimpun dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilakukan pada Februari 2025, dengan cakupan 345 ribu rumah tangga di 514 kabupaten/kota dan 38 provinsi. Pendataan dimajukan sebulan karena Maret 2025 bertepatan dengan bulan Ramadan yang bisa memengaruhi pola konsumsi rumah tangga.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News