JAKARTA, 7 AGUSTUS 2024 – VNNMedia – Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) saat ini memainkan peran yang sangat signifikan di berbagai bidang dan sektor industri. PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berupaya untuk mengadopsi AI dan teknologi terbaru untuk meningkatkan kalitas dan manfaat produk-produk layanannya.
Upaya adopsi berbagai teknologi terbaru oleh XL Axiata terlihat dalam event ”Technology Days 2024” yang mengangkat tema “AI for Sustainable Tomorrow”di XL Axiata Tower, Jakarta.
Technology Day 2024 bertujuan untuk mengedukasi dan menginspirasi terkait dengan bagaimana AI dapat mendukung keberlanjutan bisnis. Pemanfaatan teknologi AI menjadi perhatian utama di event ini. Sekaligus menunjukkan upaya yang sedang dilakukan oleh XL Axiata untuk mengimplementasikannya dalam berbagai lini bisnisnya, termasuk produk layanan terbaru dan yang akan datang.
Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa mengatakan, kecanggihan kecerdasan buatan (AI) memang tidak perlu diragukan lagi. ”Namun kita mesti tahu bagaimana cara pemanfaatannya. Sehingga bisa mengoptimalkan AI untuk mempermudah kita baik dari sisi bisnis atau lainnya,” ujar Gede Darmayusa.
Saat ini AI merupakan sebuah teknologi terbaru yang cukup seksi untuk dibahas. Pemanfaatan AI ini begitu luas, di hampir seluruh aspek. Mulai dari sektor telekomunikasi, keuangan, kesehatan, pendidikan, retail dan ecommerce, transportasi hingga keamanan cyber.
Ia menambahkan, di XL Axiata penggunaan AI sudah diterapkan di beberapa bagian. Misalnya saja chatbots dan virtual assistant untuk layanan pelanggan. Kemudian optimisasi jaringan, deteksi penipuan, cyber security, optimasi layanan dan automasi layanan pelanggan.
Di Technology Days tahun ini XL Axiata juga melibatkan 13 mitra perusahaan teknologi terkemuka. Termasuk Huawei, Ericsson, ZTE, Nokia, Lintas Teknologi, Alita, Transcelestial, AWS, Edotco, Protelindo Group, Tower Bersama, dan Cisco. Selain itu, BCA juga turut berpartisipasi sebagai mitra dari industri perbankan.
Melalui acara Technology Days 2024 ini, XL Axiata juga berharap dapat menambah wawasan bagi para peserta. Sementara dari sisi bisnis dapat mendorong industri teknologi dan telekomunikasi untuk terus bisa mengoptimalkan pemanfaatan AI dengan teknologi terkini.
Penerapan AI dalam Program Keberlanjutan
Pada acara ini juga XL Axiata membahas mengenai strategi keberlanjutan dengan AI Automation. Adopsi AI secara umum dapat berkontribusi dalam pencapaian target-target sustainability. Misalnya, meliputi efisinesi penggunaan energi, pengelolaan limbah, pemantauan jejak karbon, manajemen smart building, rantai pasok berkelanjutan, juga integrasi energi terbarukan dan keberlanjutan berbasis data.
Direktur & Chief Enterprise Business and Corporate Affairs Officer XL Axiata, Yessie D. Yosetya mengatakan, masa depan pekerjaan, AI dan keberlanjutan adalah topik yang saling terkait. Di mana keberlanjutan menjadi fokus utama saat ini dari pelaku bisnis dan juga pemerintah.
Teknologi AI dapat digunakan untuk memonitor dan mengelola dampak lingkungan. Misalnya AI dapat digunakan untuk mengoptimalkan penggunaan energi, memprediksi dan memitigasi dampak perubahan iklim dan meningkatkan sistem pengelolaan limbah.
Menurut Yessie, topik keberlanjutan telah menjadi fokus inti bagi pelaku bisnis dan pemerintah, di mana mereka semakin sadar akan dampak lingkungan yang timbul. Praktik berkelanjutan, seperti mengurangi jejak karbon, meminimalkan limbah, dan melestarikan sumber daya, mulai diintegrasikan ke dalam strategi bisnis.
Lalu juga, transisi ke sumber energi terbarukan yang semakin cepat. Dengan sinergi dari semua pihak terhadap isu-isu keberlanjutan, maka kehidupan di masa depan dengan alam yang masih lestari dapat terwujud.
“Upaya kami saat ini berfokus pada pengurangan emisi Cakupan 1 dan 2,” ujarnya. Inisiatif yang dilakukan di antaranya pengurangan genset, fitur hemat daya RAN, pengoptimalan peralatan jaringan, dan penyederhanaan site ke konsep yang lebih ramah lingkungan.
Pada tahun 2023, XL Axiata meluncurkan inisiatif untuk mengurangi emisi Cakupan 1 dan 2. Untuk Cakupan 1, langkah-langkah seperti de-scoping genset dan penambahan baterai untuk penghematan bahan bakar dapat mengurangi emisi hingga 286 ton CO2e.
Karena konsumsi listrik merupakan bagian penting dari operasi XL Axiata, emisi dari Cakupan 2 adalah kontributor emisi terbesar, dengan 695.828-ton CO2e yang dihasilkan pada tahun 2023. Inisiatif seperti fitur hemat daya RAN dan optimalisasi peralatan jaringan dapat mengurangi emisi hingga 39.598-ton CO2e. Untuk Cakupan 3, XL Axiata berkolaborasi dengan partner untuk mempercepat akselerasi target penurunan emisi.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News