
MOJOKERTO, 9 Februari 2026 – VNNMedia – Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi mengajak masyarakat untuk meneladani nilai perjuangan para ulama dengan menghadirkannya dalam kerja nyata, bukan sekadar mengenang nama dan sejarah. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Haul ke-80 KH Muhammad Nawawi dan Haul ke-37 KH Ismail Nawawi di PPTQ An-Nawawi, Jalan Gajah Mada, Kota Mojokerto, Sabtu (7/2) malam.
Dalam sambutannya, Cak Sandi sapaan akrab Wawali Mojokerto menuturkan bahwa perjuangan para ulama terdahulu sarat dengan nilai persaudaraan, ketekunan, dan keberpihakan pada pembinaan generasi. Ia menyebut, KH Muhammad Nawawi telah meletakkan fondasi persaudaraan yang kuat, yang kemudian diteruskan oleh KH Ismail Nawawi melalui ketekunan membangun kaderisasi, membina generasi, serta menguatkan tradisi Al-Qur’an.
“Warisan paling mahal dari para kiai bukanlah bangunan semata, melainkan manusia-manusia beradab, tangguh menghadapi perubahan zaman, dan berguna bagi sesama,” tuturnya.
Ia mengajak seluruh jamaah menjadikan momentum haul sebagai ruang refleksi sekaligus penguatan nilai. Menurutnya, hikmah perjuangan para ulama dapat diturunkan dalam tiga ikhtiar nyata. Pertama, memperkuat gotong royong dan persatuan di tengah masyarakat, serta tidak membiarkan perbedaan menjadi sumber perpecahan.
Kedua, ia menekankan pentingnya kecerdasan bermedia di era digital. Masyarakat diimbau menjaga lisan dan jari, serta tidak ikut menyebarkan informasi yang berpotensi merusak persaudaraan sosial.
Ketiga, Cak Sandi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun karakter generasi muda. “Kota yang kuat bukanlah kota yang paling ramai, tetapi kota yang memiliki adab,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tugas generasi saat ini bukan hanya mengenang, tetapi meneruskan dan menambah nilai-nilai kebaikan yang telah dicontohkan para ulama. Ia menyebut, tantangan zaman ke depan masih panjang dan berat, sehingga semangat belajar, mengabdi, dan berdakwah harus terus dirawat.
“Melalui pertemuan seperti ini, ikatan emosional, semangat belajar, dan semangat mengabdi dapat kita perkuat bersama,” ucapnya.
Menutup sambutan, Cak Sandi memanjatkan doa agar Allah SWT menerima seluruh amal para kiai, melapangkan kubur mereka, meninggikan derajatnya, serta menjadikan generasi penerus sebagai pewaris nilai-nilai kejujuran dan keteladanan, bukan sekadar pewaris nama.
Telusuri berita lain di Google News VNNMedia