
SURABAYA, 24 FEBRUARI 2026 – VNNmedia – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan kebutuhan tambahan penyertaan modal sebesar Rp300 miliar bagi PT Jamkrida Jatim guna memperkuat kapasitas penjaminan yang telah melampaui Rp10 triliun.
Emil menjelaskan, posisi gearing ratio Jamkrida yang telah mencapai sekitar 35 kali menjadi alasan utama perlunya penguatan modal. Dengan rasio tersebut, ruang ekspansi penjaminan dinilai perlu ditopang permodalan yang lebih kuat agar Jamkrida tetap sehat dan berkelanjutan.
Menurutnya, penguatan Jamkrida juga diarahkan untuk memperluas peran dalam menggerakkan ekonomi rakyat serta menjadi pelengkap program-program pemerintah pusat.
“Dana publik melalui pajak diharapkan bisa memberi dampak ekonomi yang lebih luas melalui skema penjaminan,” ujar Emil usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Jawa Timur, Senin (23/2/2026).
Meski mendukung penambahan modal, Emil menekankan pentingnya tata kelola yang baik. Seluruh catatan dan pertanyaan fraksi DPRD, termasuk terkait kinerja, optimalisasi laba ditahan, hingga dasar penguatan kapasitas penjaminan, harus dijawab secara komprehensif sebelum keputusan akhir diambil.
Ia menilai dinamika pembahasan di DPRD sebagai proses yang konstruktif untuk memastikan keputusan yang diambil benar-benar matang dan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik.
Terkait catatan fraksi mengenai dominasi pembiayaan multiguna, Emil menyebut hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi lanjutan. Saat ini, Jamkrida Jatim telah menjangkau lebih dari 100 ribu UMKM dengan target jangka panjang mencapai satu juta UMKM.
Emil menegaskan fokus utama Jamkrida tetap pada UMKM, namun peran pembiayaan multiguna tidak serta-merta ditutup karena juga berkontribusi dalam menggerakkan perekonomian, khususnya segmen kelas menengah.
Ke depan, keseimbangan antara pembiayaan UMKM dan multiguna akan menjadi pertimbangan serius dalam pembahasan lanjutan.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News