Wagub Emil Dorong ASN Jatim Jadi Motor Inovasi

SURABAYA, 4 SEPTEMBER 2025 – VNNMedia – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menjadi narasumber dalam program Short Lecture Hours (SHOLEH) yang diselenggarakan oleh Kementerian Sekretariat Negara RI dan disiarkan melalui YouTube Pusat Pengembangan Kompetensi ASN, Kamis (4/9/2025).

Mengangkat tema “Berpikir Kreatif dalam Pelayanan Publik”, Emil memaparkan pandangannya mengenai pentingnya memperkuat budaya inovasi dan kreativitas di lingkungan birokrasi, khususnya bagi ASN Pemprov Jatim.

Menurut Emil, pengembangan kreativitas di sektor pelayanan publik kerap terhambat oleh berbagai faktor seperti budaya organisasi yang kaku, struktur birokrasi, beban kerja yang tinggi, kurangnya insentif, dan terbatasnya kapasitas SDM. Untuk mengatasinya, diperlukan komitmen nyata dari para pemimpin daerah agar ASN mendapat ruang untuk berinovasi.

“Biasanya ASN hanya meninjau hasil kerja konsultan. Tapi sekarang, kami ubah pola itu. ASN dan konsultan duduk bersama, bekerja sebagai satu tim dan bertukar gagasan,” jelas Emil.

Model kolaboratif ini telah diterapkan dalam berbagai proyek di Pemprov Jatim guna memperkaya ide dan pendekatan dalam pelayanan publik. Selain itu, Pemprov Jatim juga aktif mengembangkan kemampuan ASN di bidang teknologi.

Salah satunya melalui partisipasi di Apple Developer Academy, dengan proses seleksi ketat agar peserta terpilih dapat menjadi agen perubahan di instansi masing-masing.

Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga memperluas jejaring ASN melalui penerapan Co-Working Space di lima kota/kabupaten yaitu Malang, Pamekasan, Bojonegoro, Madiun, dan Jember, sebagai wadah interaksi dan pertukaran ide.

Wagub Emil menekankan pentingnya penyederhanaan proses berpikir kreatif dalam birokrasi, karena tujuan akhir pelayanan publik adalah kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar pencapaian administratif.

Sebagai bentuk konkret dari penyederhanaan layanan, Emil menyebut pengembangan sistem Single Sign-On (SSO) oleh Pemprov Jatim. Melalui SSO, masyarakat cukup menggunakan satu akun untuk mengakses seluruh layanan pemerintah provinsi, yang ke depannya diharapkan dapat terintegrasi hingga ke tingkat kota/kabupaten dan nasional.

Mengakhiri sesi, Emil memberikan pesan inspiratif kepada para ASN. Ia menekankan bahwa inovasi memang penuh risiko, tetapi risiko bisa dimitigasi dengan pendekatan yang tepat.

“ASN itu juga harus berani mengambil risiko, karena semakin kecil risikonya, semakin kecil pula hasil yang bisa dicapai. Kuncinya adalah dukungan pimpinan dan semangat untuk terus belajar serta mencetak prestasi,” tutupnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News