
Jakarta, Rabu 25 Februari 2026-VNNMedia- Nama Dwi Sasetyaningtyas saat ini tengah menjadi sorotan masyarakat setelah kontennya “cukup aku yang WNI” menjadi viral, karena dianggap tidak nasionalis, mengingat Dwi yang merupakan lulusan SMPN 1 dan SMAN 5 Surabaya itu, adalah alumni penerima beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan)
Dwi merupakan salah satu dari banyak putra bangsa yang sukses mendapatkan beasiswa dari lembaga tersebut, termasuk beberapa publik figur atau selebriti
Melansir dari Bloomberg Technoz, berikut selebriti berotak encer yang berhasil menyelesaikan pendidikannya di luar negeri melalui program beasiswa LPDP:
- Maudy Ayunda: berhasil melanjutkan studi magister di Stanford University, Amerika Serikat, melalui program joint degree yang mana ia sukses meraih dua gelar sekaligus, Master of Business Administration (MBA) dan Master of Arts (MA) di bidang pendidikan
- Tasya Kamila: sukses menyelesaikan pendidikan Master Public Administration (MPA) di Columbia University, Amerika Serikat, dengan predikat cumlaude
- Gita Gutawa: melalui beasiswa LPDP, ia berhasil lulus dari pendidikan Magister London School of Economic and Political Science (LSE), setelah sebelumnya menempuh S1 di University Birmingham, Inggris, jurusan ekonomi
- Isyana Saraswati: berhasil melanjutkan studi S2-nya melalui beasiswa LPDP, di Royal College of Music di London, Inggris
- Alyssa Soebandono: istri dari aktor Dude Herlino merupakan alumni S1 Monash University, Australia, jurusan Communication Arts
- Acha Septriasa: penyanyi sekaligus pemeran ini juga merupakan publik figur penerima beasiswa LPDP, dimana ia sukses menyelesaikan pendidikannya di Limkokwing University of Creative Tecnology, Malaysia
Kegaduhan “Cukup Aku Yang WNI” yang Dianggap Tidak Nasionalis
Konten viral “Cukup Aku Yang WNI” dari Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas memicu kontroversi besar karena dianggap tidak etis bagi seorang alumni beasiswa LPDP
Dalam unggahannya, Tyas menunjukkan momen anaknya mendapatkan kewarganegaraan Inggris dengan narasi yang menyatakan bahwa cukup dirinya saja yang menjadi warga negara Indonesia, sementara anak-anaknya diusahakan memiliki paspor asing yang dianggap lebih kuat
Hal ini memicu kemarahan netizen karena pendidikan S2 Tyas di University of Exeter dibiayai penuh oleh pajak rakyat Indonesia melalui skema beasiswa negara. Pernyataan Tyas dianggap merendahkan identitas nasional dan menunjukkan kurangnya rasa terima kasih kepada negara yang telah membiayai pendidikannya.
Kritik publik semakin tajam setelah suaminya, Arya Iwantoro, juga merupakan penerima beasiswa LPDP untuk jenjang S3 yang diduga belum menyelesaikan kewajiban pengabdian di tanah air
Pihak LPDP menyatakan telah melakukan pemanggilan dan klarifikasi kepada yang bersangkutan. Meskipun Tyas dikabarkan sudah memenuhi masa pengabdian minimalnya, kasus suaminya masih dalam pemantauan ketat terkait kewajiban kembali ke Indonesia
Jika terbukti melanggar kontrak pengabdian, penerima beasiswa diwajibkan mengembalikan seluruh dana yang telah dikeluarkan negara beserta sanksi denda. Tyas sendiri akhirnya menghapus konten tersebut dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kegaduhan yang ditimbulkan
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News