
Tokyo, 24 Maret 2025-VNNMedia- Sebuah tur yang diselenggarakan oleh perusahaan Jepang, yang memungkinkan terapis pijat dan praktisi kebugaran lainnya untuk mengikuti pelatihan anatomi menggunakan jenazah sumbangan di Amerika Serikat, telah memicu kontroversi di Jepang. Praktik ini, yang dianggap tidak etis oleh Asosiasi Anatomi Jepang, menuai kecaman karena berpotensi merusak kepercayaan pada sistem donasi tubuh di Jepang
Kontroversi ini memicu perdebatan tentang etika penggunaan jenazah sumbangan untuk tujuan komersial di luar bidang medis. Masahiro Kami, presiden Medical Governance Research Institute, menekankan perlunya diskusi publik yang mendalam untuk mencapai konsensus sosial tentang praktik ini.
Tur yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan yang berbasis di Tokyo dan Prefektur Ibaraki ini menarik minat terapis pijat, pelatih olahraga, dan instruktur yoga. Dengan biaya ratusan ribu yen, peserta dapat mengikuti pelatihan anatomi intensif selama beberapa hari di AS, di mana penggunaan jenazah sumbangan tidak terbatas pada profesional medis
Para penyelenggara tur berargumen bahwa pelatihan ini penting untuk meningkatkan keamanan praktik terapi pijat dan kebugaran, serta untuk memperdalam pemahaman tentang anatomi manusia. Namun, Asosiasi Anatomi Jepang dan para ahli medis di Jepang menentang keras praktik ini, dengan alasan bahwa hal itu dapat mengganggu sistem donasi tubuh yang telah mapan di negara tersebut.
sumber: Japan Today
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News