
Washington DC, Kamis 02 April 2026-VNNMedia- Presiden Donald Trump menyatakan bahwa ancaman Iran terhadap Amerika Serikat telah berakhir dan operasi militer yang berlangsung sejak 28 Februari lalu kini hampir selesai
Dalam pidatonya pada hari Rabu (1/4), Trump mengklaim telah terjadi perubahan rezim total setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei serta sejumlah tokoh politik lainnya. Meskipun masih menjanjikan serangan keras dalam dua hingga tiga minggu ke depan untuk memastikan kemampuan nuklir Iran lumpuh total, Trump optimistis bahwa stabilitas akan segera pulih tanpa harus bergantung pada kesepakatan formal dengan pihak Teheran
Di tengah optimisme tersebut, pemerintahan Trump masih menghadapi tantangan ekonomi akibat lonjakan harga bensin yang mencapai lebih dari 30% serta gangguan keamanan di Selat Hormuz. Menanggapi hal ini, Trump menegaskan bahwa kenaikan harga merupakan dampak dari tindakan teror rezim Iran terhadap kapal tanker dan berjanji harga akan segera turun setelah konflik usai
Ia juga mendesak negara-negara sekutu untuk mengambil tanggung jawab lebih besar dalam mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz, mengingat kekuatan militer Iran yang diklaimnya sudah hancur lebur
Sementara itu, dinamika internal Iran menunjukkan adanya perbedaan sikap antara para pejabatnya. Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengindikasikan kesediaan untuk mengakhiri konflik jika syarat-syarat tertentu dipenuhi, namun Menteri Luar Negeri Araghchi menyatakan keraguan besar terhadap hasil negosiasi dengan AS
Hingga minggu kelima perang, data mencatat kerugian besar di kedua belah pihak, dengan belasan tentara AS gugur dan ribuan korban jiwa di pihak Iran akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel
sumber: abc news
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News