
KUPANG, 7 NOVEMBER 2025 – VNNMedia – Gelaran Misi Dagang dan Investasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat sejarah baru.
Hingga penutupan acara pada Kamis (6/11/2025), total transaksi dagang mencapai Rp1,88 triliun, menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah pelaksanaan misi dagang Jatim.
Dengan capaian ini, total transaksi dari 10 kali misi dagang Jatim sepanjang 2025 menembus Rp10,77 triliun. Angka tersebut sekaligus melampaui pencapaian misi dagang sebelumnya di NTT pada 2020 yang hanya membukukan transaksi senilai Rp212,31 miliar.
“Alhamdulillah, hingga pukul 17.00 WITA tercatat transaksi sebesar Rp1,882 triliun. Dari 46 perjalanan misi dagang yang kami lakukan, ini adalah transaksi tertinggi yang pernah dicapai,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Kupang.
Dari total nilai transaksi tersebut, penjualan produk asal Jawa Timur mencapai Rp1,727 triliun, pembelian produk NTT sebesar Rp102,18 miliar, serta komitmen investasi senilai Rp52,5 miliar.
Komoditas Unggulan Jatim dan NTT
Produk-produk unggulan Jawa Timur yang paling diminati dalam forum dagang ini antara lain kopi robusta, produk peternakan (telur, ayam, susu, olahan daging sapi dan ayam), beras, madu, pupuk, serta mesin pengurai sabut kelapa.
Sedangkan dari NTT, produk yang banyak diborong antara lain ikan tuna, tuna loin, kelapa utuh, madu, dan rumput laut.
Khofifah menegaskan bahwa hubungan perdagangan antara Jatim dan NTT terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2022, nilai perdagangan antarwilayah kedua provinsi mencapai Rp5,29 triliun, dengan neraca perdagangan Jatim surplus Rp4,22 triliun.
“Hubungan dagang antara Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur telah tumbuh dengan baik dan memberi manfaat ekonomi nyata. Kami ingin kolaborasi ini terus meningkat dan melahirkan pelaku usaha baru yang siap naik kelas,” tegas Khofifah.
Khofifah menambahkan, Jawa Timur saat ini masih menjadi motor penggerak ekonomi nasional dengan kontribusi 14,44% terhadap PDB Indonesia. Pada triwulan II-2025, ekonomi Jatim tumbuh 5,23% (yoy), lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 5,12%.
Dari sisi perdagangan, Jatim juga mencatat surplus Rp120,61 triliun pada semester I-2025, melanjutkan kinerja positif tahun 2024 yang mencatat surplus Rp187,93 triliun.
Sinergi Ekonomi Antarprovinsi
Wakil Gubernur NTT Johni mengapresiasi pelaksanaan Misi Dagang Jatim di Kupang. Ia menilai kegiatan ini berperan besar dalam memperkuat sinergi ekonomi antarprovinsi, khususnya dalam pemenuhan komoditas strategis untuk wilayah NTT.
“Produk asal Jatim seperti pakan ternak, beras, gandum, buah-buahan, kedelai, hingga benih ikan sangat membantu menjaga ketahanan pangan dan mendorong budidaya perikanan di NTT. Kami berharap kerja sama ini terus diperkuat agar ekonomi kedua daerah semakin maju dan saling menopang,” ujarnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News