
SURABAYA, 15 FEBRUARI 2026 – VNNMedia – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memperkuat penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan menggelar simulasi penanganan kebocoran dan kebakaran barang berbahaya (Dangerous Goods/DG) Kelas 3 di area Container Yard (CY), Kamis (12/2/2026). Langkah ini menegaskan komitmen TPS menjaga operasional terminal tetap aman dan terkendali.
Simulasi menggambarkan kebocoran Petroleum Crude Oil (UN 1267) pada tank container 20 feet yang berkembang menjadi kebakaran akibat percikan api dari pihak eksternal.
Penanganan dilakukan terkoordinasi oleh Integrated Planning & Control (IPnC) Room, Emergency Response Management (ERM), tim pemadam internal TPS, serta dukungan Pelindo Tanjung Perak. Total 57 personel terlibat, mencakup unsur operasional, keamanan, HSSE, medis, hingga eksternal.
Kegiatan ini juga menguji efektivitas jalur komunikasi darurat (Jarkom) dengan penekanan pada single point of communication, kecepatan verifikasi informasi, dan kepatuhan prosedur keselamatan sesuai standar internasional.
Senior Vice President K3, Lingkungan, dan Keamanan TPS I Nyoman Sudiartha menegaskan, simulasi menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan perusahaan.
“Sebagai terminal yang menangani berbagai jenis muatan termasuk barang berbahaya, TPS rutin meningkatkan kesiapsiagaan melalui pelatihan dan simulasi. Ini menguji ketepatan respons sekaligus memastikan koordinasi lintas fungsi berjalan efektif. Keselamatan adalah prioritas utama,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan Damkar Pelindo Tanjung Perak—bagian dari keluarga besar Pelindo—krusial untuk memastikan penanganan insiden, baik skala kecil maupun darurat besar, berjalan optimal.
Melalui drill ini, TPS menegaskan komitmennya menjaga keamanan dan kelancaran operasional terminal petikemas serta memperkuat budaya keselamatan profesional dan kolaboratif di Pelabuhan Tanjung Perak.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News