
SURABAYA, 4 MARET 2026 – VNNMedia — Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk wilayah Teheran, pada Sabtu (28/2/2026). Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan serta korban sipil, sekaligus memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan.
Merespons situasi tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan Pemerintah Kota Surabaya telah menggelar rapat internal guna membahas langkah antisipasi. Salah satu fokus utama adalah imbauan kepada warga agar menunda perjalanan ke luar negeri, khususnya ke wilayah rawan konflik.
“Kami sudah rapatkan. Ketika kondisi Timur Tengah sedang panas dan ada perang, saya berharap warga Surabaya untuk tidak bepergian ke luar negeri dulu,” ujar Eri, Selasa (3/3/2026).
Selain imbauan bagi warga di dalam negeri, Pemerintah Kota Surabaya juga memberi perhatian khusus kepada warga Surabaya yang saat ini berada di kawasan Timur Tengah.
Wali Kota meminta mereka meningkatkan kewaspadaan, memantau perkembangan situasi, serta mematuhi arahan otoritas setempat demi keselamatan. “Warga Surabaya yang berada di Timur Tengah saya harapkan lebih berhati-hati dengan kondisi yang terjadi saat ini,” katanya.
Eri menegaskan, dinamika perang sangat sulit diprediksi karena serangan dapat terjadi sewaktu-waktu dan di berbagai titik. Oleh sebab itu, warga diminta tidak menganggap enteng situasi dan selalu mengutamakan faktor keamanan.
“Perang ini tidak bisa diprediksi. Ada serangan-serangan yang bisa terjadi kapan saja. Jadi warga Surabaya harus tetap waspada,” ujarnya.
Terkait pendataan warga, Eri mengungkapkan Pemkot Surabaya telah berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama Surabaya untuk mengetahui jumlah warga Surabaya yang berada di wilayah terdampak konflik.
“Kami koordinasi dengan Kemenag Surabaya dan Kementerian Agama agar mengetahui secara pasti jumlah warga Surabaya yang ada di sana,” pungkasnya.
Pemkot Surabaya memastikan akan terus memantau perkembangan situasi global dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan demi melindungi keselamatan warganya di tengah meningkatnya tensi konflik internasional.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News