Timur Tengah Memanas, DPR Desak Pemerintah Siapkan Skema Pemulangan Jamaah Umrah

Jakarta, Selasa 03 Maret 2026-VNNMedia- DPR mendesak pemerintah menyiapkan skema pemulangan atau evakuasi WNI termasuk jemaah umrah menyusul eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang semakin mengkhawatirkan

“Prinsip perlindungan negara terhadap warga negara di luar negeri merupakan mandat konstitusi yang tidak boleh dikompromikan oleh situasi apapun,” ujar anggota Komisi VIII DPR Selly Andriany Gantina, seperti dilaporkan Bloomberg Technoz, pada hari Senin (2/2)

Selly menegaskan sudah menjadi kewajiban negara untuk melindungi setiap warga negaranya yang berada di luar negeri, tidak hanya secara administratif namun juga tindakan nyata untuk menjamin keselamatan dan kepastian kepulangan ke Indonesia

“Negara harus memastikan adanya skema pemulangan yang jelas, terukur, dan memiliki kepastian waktu. Jamaah tidak boleh dibiarkan berada dalam ketidakpastian akibat dinamika global yang berada di luar kendali mereka,” tambahnya

Diperkirakan sedikitnya 58 ribu WNI saat ini sedang menjalankan ibadah umroh di Arab Saudi. Dilaporkan para jemaah tersebut terjebak di wilayah masing-masing usai pembatalan sejumlah penerbangan internasional di kawasan Timur Tengah

Saling serang antara Iran melawan AS-Israel mengakibatkan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah menutup wilayah udaranya

Hingga hari ini, negara-negara yang berada di jantung konflik seperti Iran, Israel, dan Irak telah menutup total wilayah udara mereka karena tingginya risiko lintasan rudal dan serangan udara. Langkah serupa juga diambil oleh Qatar, Bahrain, dan Kuwait yang menutup ruang udara mereka menyusul serangan yang menargetkan fasilitas energi serta pangkalan militer di wilayah tersebut

Sementara itu, beberapa negara tetangga menerapkan penutupan sebagian atau pembatasan ketat yang sangat dinamis. Uni Emirat Arab, termasuk hub besar seperti Dubai dan Abu Dhabi, memberlakukan sistem buka-tutup terbatas setelah adanya gangguan operasional di bandara mereka

Yordania juga menerapkan jam malam penerbangan, sementara Arab Saudi mengalihkan sebagian besar rute penerbangan menjauhi wilayah Teluk Persia menuju koridor Laut Merah yang lebih aman. Kondisi ini berdampak langsung pada ribuan WNI yang sedang menjalankan ibadah umrah atau bekerja di kawasan tersebut

Penutupan jalur udara ini mengakibatkan pembatalan penerbangan massal dan pengalihan rute yang jauh lebih panjang, sehingga skema pemulangan darurat yang didesak oleh DPR menjadi sangat krusial untuk segera diimplementasikan oleh pemerintah

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News