
SURABAYA, 12 MARET 2026 – VNNMedia – Menjelang Hari Raya Idulfitri, jutaan pekerja di Indonesia bersiap menerima Tunjangan Hari Raya (THR). Sesuai aturan pemerintah, THR harus diberikan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya.
Momentum ini kerap dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan Lebaran, mulai dari belanja hingga berbagi dengan keluarga. Namun jika dikelola dengan baik, THR juga bisa menjadi langkah awal membangun investasi.
Salah satu instrumen yang kerap dipilih masyarakat adalah emas. Selain mudah dipahami, emas dikenal relatif stabil dan memiliki nilai jangka panjang. Data dari World Gold Council bahkan menunjukkan sekitar 67 persen masyarakat Indonesia memiliki investasi emas dalam berbagai bentuk.
Agar THR tidak habis begitu saja, ada beberapa strategi sederhana yang bisa diterapkan untuk mulai berinvestasi emas secara lebih bijak.
- Tentukan tujuan investasi sejak awal
Langkah pertama adalah mengubah pola pikir bahwa THR bukan sekadar “uang kaget”. Pengelolaannya perlu direncanakan sejak awal agar manfaatnya bisa dirasakan lebih lama.
Salah satu pembagian yang sering dianjurkan adalah mengalokasikan sekitar 40 persen untuk kebutuhan hari raya, 30 persen untuk tabungan atau dana darurat, 20 persen untuk investasi, dan 10 persen untuk sedekah atau kegiatan sosial.
Dari porsi investasi tersebut, penting untuk menentukan tujuan yang jelas, misalnya untuk dana pendidikan, cadangan keuangan, atau rencana jangka panjang. Dengan tujuan yang spesifik, seseorang akan lebih disiplin dalam mempertahankan investasinya dan tidak mudah mencairkannya untuk kebutuhan impulsif.
- Mulai dari nominal kecil
Banyak orang masih menganggap investasi emas membutuhkan modal besar. Padahal saat ini investasi emas bisa dimulai dari nominal kecil secara bertahap.
Teknologi finansial memungkinkan masyarakat membeli emas digital dalam jumlah sangat kecil. Melalui fitur eMAS di aplikasi DANA, misalnya, pengguna dapat mulai berinvestasi dari sekitar 0,0001 gram atau setara ratusan rupiah, menyesuaikan harga emas saat transaksi.
Cara ini dinilai cocok bagi investor pemula karena memungkinkan
pembelian rutin tanpa mengganggu kebutuhan utama.
- Pahami pergerakan harga emas
Meski dikenal sebagai instrumen investasi yang relatif stabil dan tahan inflasi, harga emas tetap mengalami fluktuasi. Karena itu investor tetap perlu memantau pergerakan harga secara berkala.
Secara historis, emas cenderung menunjukkan tren positif dalam jangka panjang, terutama di atas lima tahun. Dengan memahami pola pergerakan harga, investor dapat menentukan waktu yang lebih tepat untuk membeli atau menjual emas.
Beberapa platform investasi digital bahkan menyediakan grafik harga dalam berbagai periode waktu sehingga memudahkan pengguna memantau tren pasar.
- Pilih platform yang aman dan praktis
Kemudahan teknologi membuat investasi semakin praktis, tetapi keamanan tetap menjadi hal utama. Investor disarankan bertransaksi melalui platform yang diawasi regulator dan memiliki sistem perlindungan pengguna.
Investasi emas digital melalui fitur eMAS di aplikasi DANA, misalnya, berada di bawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. Pengguna juga dapat memantau saldo dan riwayat transaksi secara transparan, bahkan mencetak emas digital menjadi emas fisik jika diperlukan.
Head of Investment and Insurance DANA, Ivan Kusuma, mengatakan kebiasaan berinvestasi sebenarnya bisa dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
“Momentum THR adalah saat yang tepat untuk mulai berinvestasi. Dengan akses yang mudah dan aman, diharapkan semakin banyak orang dapat membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat untuk masa depan,” ujarnya.
Dengan perencanaan yang tepat, THR tidak hanya menjadi dana konsumtif menjelang Lebaran, tetapi juga bisa menjadi pijakan awal untuk membangun investasi jangka panjang.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News